Story

Citi: Defisit Pasokan Memori Akan Memburuk Hingga 2031 Akibat Lonjakan Permintaan AI

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20262 min read
Citi: Defisit Pasokan Memori Akan Memburuk Hingga 2031 Akibat Lonjakan Permintaan AI
Text size
Background

Analis di Citi memproyeksikan bahwa pasar memori global akan menghadapi defisit pasokan yang semakin memburuk hingga tahun 2031. Pendorong utama dari tren ini adalah lonjakan permintaan yang signifikan dari sektor kecerdasan buatan (AI), khususnya yang terkait dengan konsep "pembelajaran berkelanjutan" atau *continual learning*.

Pemicu Utama: Pembelajaran Berkelanjutan AI

Menurut nota riset yang dirilis Citi pada hari Senin, *continual learning* akan menjadi tema sentral dalam pengembangan AI selama lima tahun ke depan. Pendekatan ini memungkinkan model AI untuk terus diperbarui dengan tugas dan pengetahuan baru, yang menciptakan kebutuhan persisten untuk pembaruan model dan akses ke data yang telah dipelajari sebelumnya.

Kebutuhan ganda ini—pemrosesan dan penyimpanan—diperkirakan akan mendorong permintaan di berbagai kategori produk memori. Permintaan untuk *High-Bandwidth Memory* (HBM) diproyeksikan melonjak 62% dari tahun ke tahun pada 2027, dan kembali naik 69% pada 2028. Selain itu, permintaan untuk eSSD (enterprise Solid-State Drives) juga diperkirakan akan meningkat pesat untuk menampung kapasitas penyimpanan data yang masif.

Proyeksi Defisit DRAM dan NAND

Citi merinci proyeksi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan untuk dua jenis memori utama. Pertumbuhan pasokan yang terbatas diperkirakan tidak akan mampu mengimbangi lonjakan permintaan yang didorong oleh AI.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • DRAM: Permintaan global diperkirakan tumbuh 30% pada 2027 dan 35% pada 2028. Angka ini jauh melampaui proyeksi pertumbuhan pasokan yang hanya sebesar 19% dan 22% pada tahun yang sama. Hal ini akan menghasilkan rasio pasokan-permintaan yang negatif, yaitu -8.7% pada 2027 dan -9.7% pada 2028.
  • NAND: Permintaan diproyeksikan tumbuh 29% pada 2027 dan 33% pada 2028, sementara pertumbuhan pasokan hanya mencapai 21% dan 25%. Citi memproyeksikan rasio pasokan-permintaan NAND sebesar -6.1% pada 2027 dan -5.5% pada 2028, memburuk dari -0.8% pada 2026.

Dampak bagi Investor dan Saham Pilihan

Kondisi defisit pasokan yang berkepanjangan dapat berpotensi menguntungkan produsen chip memori melalui harga jual yang lebih tinggi. Berdasarkan analisis ini, Citi menyoroti beberapa perusahaan sebagai pilihan utama di sektor ini.

Untuk produsen memori, nama-nama yang menjadi pilihan teratas adalah Samsung Electronics, SK Hynix, Micron, Sandisk, dan Kioxia. Sementara di segmen peralatan dan material semikonduktor, perusahaan yang diunggulkan antara lain Montage, AMAT, Lam Research, TES, Eugene Tech, dan TechWing.

Back to latest news

LATEST