Story
Daiwa Memulai Cakupan Saham Bank China dengan Peringkat Positif, Sebut Periode Terburuk NIM Telah Lewat

Summary
Daiwa memulai cakupan saham perbankan China dengan prospek positif, menyatakan bahwa periode terburuk dari penyempitan margin bunga bersih telah berakhir dan kondisi untuk stabilisasi telah matang.
Lembaga riset Daiwa telah memulai cakupan saham perbankan China dengan peringkat 'Positif', menyatakan bahwa periode terburuk dari penyempitan margin bunga bersih (NIM) telah berakhir. Dalam laporannya, Daiwa berpendapat bahwa setelah tiga tahun mengalami erosi margin dan stagnasi laba, sektor ini kini berada dalam kondisi untuk stabilisasi yang moderat namun signifikan.
Daiwa memberikan peringkat awal "Beli" untuk China Construction Bank (00939), "Outperform" untuk China Merchants Bank (03968), dan "Tahan" untuk Industrial and Commercial Bank of China (1398). Lembaga tersebut memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sektor perbankan China sebesar 5% hingga 6% untuk periode 2026–2027.
Prospek Stabilisasi Margin Bunga Bersih
Menurut Daiwa, NIM industri perbankan China telah menyempit secara kumulatif sebesar 68 basis poin sejak 2021. Namun, lembaga tersebut memperkirakan NIM akan stabil di kisaran 1,40% hingga 1,41% pada 2026–2027.
Ini menandakan penyempitan tahunan yang jauh lebih kecil, hanya 1 hingga 2 basis poin, dibandingkan dengan penyempitan 10 hingga 22 basis poin per tahun yang terjadi antara 2023 hingga 2025. Daiwa menyimpulkan bahwa untuk pertama kalinya sejak pandemi, NIM beralih dari faktor penghambat menjadi faktor yang netral bagi profitabilitas bank.
Faktor Pendorong Pemulihan
AdStabilisasi NIM ini didukung oleh beberapa faktor kunci yang diidentifikasi oleh Daiwa:
- Biaya Dana: Sekitar RMB 108 triliun deposito berbiaya tinggi diperkirakan akan jatuh tempo tahun ini. Hal ini diproyeksikan akan menurunkan biaya dana sebesar 21,4 basis poin pada tahun 2026.
- Sisi Aset: Efek dari penetapan ulang harga hipotek senilai sekitar RMB 38 triliun telah sepenuhnya terserap oleh pasar.
- Kebijakan Moneter: People's Bank of China (PBoC) telah menghentikan penurunan suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR), yang membantu menahan penurunan imbal hasil aset.
Kualitas Aset dan Valuasi Menarik
Daiwa juga menilai bahwa kualitas aset perbankan tetap terkendali. Rasio kredit bermasalah (NPL) dari sektor properti telah mencapai puncaknya pada level 3,89% pada tahun 2023, dan sebagian besar risiko yang ada telah dicadangkan.
Dari sisi valuasi, imbal hasil dividen saham H perbankan China yang berada di kisaran 5% hingga 6% dianggap menarik. Angka ini sekitar 385 basis poin lebih tinggi dari imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun. Selain itu, penyangga rasio kecukupan modal inti Tier 1 (CET1) sebesar 300 hingga 400 basis poin dinilai cukup untuk mendukung pembayaran dividen dan menopang harga saham.