Story

Campari Perketat Pertahanan Merek Aperol di Tengah Serbuan Produk Tiruan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 10, 20262 min read
Campari Perketat Pertahanan Merek Aperol di Tengah Serbuan Produk Tiruan

Summary

Grup Campari meluncurkan serangkaian strategi untuk melindungi Aperol, merek terlarisnya, dari meningkatnya persaingan produk tiruan dan aperitif saingan yang mengincar pasar spritz global yang sedang berkembang pesat.

Text size
Background

Grup Campari meningkatkan upayanya untuk mempertahankan Aperol, minuman aperitif andalannya yang menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Langkah ini diambil seiring memanasnya persaingan dari produk spritz tiruan dan merek saingan yang berlomba-lomba merebut pangsa di pasar yang sedang meledak.

Aperol merupakan sumber pendapatan terbesar bagi Campari, menyumbang sekitar 26% dari total pendapatan perusahaan. Penjualan merek ini membantu Campari tetap tangguh tahun lalu di tengah melemahnya permintaan konsumen di sektor minuman beralkohol.

Pertumbuhan Pasar Memicu Persaingan

Popularitas koktail spritz telah meroket secara global. Menurut data dari penyedia data IWSR, konsumsi spritz global meningkat menjadi hampir 4 miliar porsi pada tahun 2024, naik signifikan dari kurang dari 2,5 miliar porsi pada tahun 2019. Pertumbuhan pesat ini telah menarik banyak pemain baru yang ingin meniru kesuksesan Aperol.

Di Italia, pasar terbesar kedua Campari setelah Amerika Serikat, persaingan terasa paling sengit. "Perkembangan baru adalah, sejak 2023, beberapa bar dan restoran mulai menyajikan minuman berwarna oranye, sering kali dari keran, yang belum tentu dibuat dengan Aperol," kata Andrea Neri, Managing Director House of Aperitivi di Campari. Ia menambahkan bahwa konsumen sering kali mengira mereka meminum produk asli.

Strategi Campari Melawan Produk Tiruan

Menghadapi tantangan ini, Campari telah meluncurkan serangkaian inisiatif untuk melindungi properti intelektual dan posisi pasarnya. Perusahaan secara spesifik menyebut Aperol sebagai "prioritas utama" dalam rencana perampingan mereknya.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Kampanye Promosi: Meluncurkan kampanye komunikasi yang menyoroti bahwa tidak semua minuman berwarna oranye adalah Aperol Spritz yang asli.
  • Program Loyalitas: Memperkenalkan program loyalitas di Italia untuk bar dan restoran yang mengesahkan penjualan koktail Aperol Spritz asli, yang kini mencakup 2.000 lokasi.
  • Inovasi Produk: Meluncurkan Aperol Spritz siap saji dalam kemasan tong (keg) untuk memastikan konsistensi dan keaslian di bar dan restoran.
  • Tindakan Hukum: Menempuh jalur hukum terhadap pesaing kecil dan mendaftarkan merek dagang untuk melindungi warna oranye khas Aperol.

Tahun lalu, Campari menghabiskan sekitar €547 juta untuk iklan dan promosi, setara dengan 17,9% dari penjualan bersihnya.

Ancaman dari Rival dan Pasar Swalayan

Selain produk tiruan di bar, rak-rak minuman di supermarket Eropa semakin dipenuhi oleh minuman oranye yang secara visual sangat mirip dengan Aperol, sering kali dijual 30-40% lebih murah. Di sisi lain, koktail alternatif seperti Hugo Spritz—yang dibuat dengan sirup atau liqueur elderflower—juga semakin populer, terutama di pasar AS dan Inggris.

Menanggapi tren ini, Bacardi melaporkan bahwa penjualan St-Germain, liqueur elderflower miliknya, mengalami pertumbuhan dua digit dari tahun ke tahun, didorong oleh popularitas Hugo Spritz. Namun, para analis menilai posisi Campari masih sangat kuat. "Saya tidak melihat produk tiruan sebagai ancaman untuk saat ini," kata analis AlphaValue, Theodore Duval-Segard. "Campari secara harfiah telah menemukan kembali spritz. Pada titik ini, Aperol dan spritz hampir tidak dapat dipisahkan."

Back to latest news

LATEST