Story

Kepala BIS: Stablecoin Bukan Solusi Pembayaran Andal, Simpanan Ter-tokenisasi Lebih Unggul

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 4, 20262 min read
Kepala BIS: Stablecoin Bukan Solusi Pembayaran Andal, Simpanan Ter-tokenisasi Lebih Unggul
Text size
Background

Presiden Bank for International Settlements (BIS), Pablo Hernandez de Cos, menyatakan bahwa *stablecoin* tidak dapat berfungsi sebagai alat pembayaran yang andal dalam skala besar. Berbicara di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang diselenggarakan oleh Federal Reserve, ia mengemukakan bahwa simpanan ter-tokenisasi (*tokenized deposits*) memiliki posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan teknologi ini bagi sebagian besar fungsi pembayaran sehari-hari.

Risiko Fundamental Stablecoin

De Cos menguraikan sejumlah masalah mendasar yang melekat pada *stablecoin*, aset kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai yang stabil. Menurutnya, adopsi *stablecoin* yang dipatok ke dolar AS secara luas di yurisdiksi lain dapat menimbulkan risiko signifikan.

Beberapa risiko utama yang diidentifikasi meliputi:

  • Kedaulatan Moneter: Meningkatnya penggunaan *stablecoin* berbasis dolar dapat memicu "dolarisasi digital", yang berpotensi melemahkan kedaulatan moneter negara lain dan mengurangi efektivitas kebijakan moneter domestik.
  • Stabilitas Keuangan: Aliran dana dari sistem perbankan tradisional ke *stablecoin* dapat menaikkan biaya pendanaan bank, yang pada akhirnya dapat memaksa peminjam biasa menanggung suku bunga yang lebih tinggi.
  • Fragmentasi Moneter: *Stablecoin* merusak "kesatuan" mata uang karena pengguna harus menanggung biaya saat beralih antar produk yang berbeda.
  • Risiko Operasional: Platform *stablecoin* dinilai kurang memiliki interoperabilitas yang sesungguhnya dan menimbulkan risiko pencucian uang yang signifikan karena sulitnya penegakan kontrol anti-pencucian uang secara seragam.

Simpanan Ter-tokenisasi Sebagai Alternatif

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sebagai solusi yang lebih menjanjikan, de Cos menunjuk simpanan ter-tokenisasi. Ia berpendapat bahwa instrumen ini dapat berdampingan dengan *stablecoin*, di mana simpanan ter-tokenisasi menangani sebagian besar pembayaran harian, sementara *stablecoin* lebih cocok untuk kasus penggunaan khusus yang lebih spesifik.

"Simpanan ter-tokenisasi menawarkan jalur yang lebih langsung untuk memanfaatkan keunggulan tokenisasi sambil menjaga fondasi sistem moneter," ujar de Cos. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa simpanan ter-tokenisasi masih perlu mengatasi tantangan terkait interoperabilitas, mekanisme tata kelola, dan hambatan hukum, termasuk isu penyelesaian transaksi (*settlement*).

Konteks Pandangan Global

Pendapat de Cos ini muncul di tengah perdebatan global mengenai regulasi aset digital. Pandangannya kontras dengan beberapa pejabat AS, seperti Menteri Keuangan Scott Bessent, yang memandang *stablecoin* sebagai revolusi digital yang dapat memperkuat posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan utama dunia.

De Cos mengakui argumen bahwa *stablecoin* berpotensi mengurangi biaya pinjaman negara. Namun, ia dengan cepat menyeimbangkannya dengan potensi kenaikan biaya pendanaan bagi sistem perbankan yang dapat berdampak negatif pada perekonomian yang lebih luas.

Back to latest news

LATEST