Story

Bernstein Pertahankan Target Harga Aluminium $3.100/Ton di Tengah Pemulihan Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 9, 20261 min read
Bernstein Pertahankan Target Harga Aluminium $3.100/Ton di Tengah Pemulihan Pasokan
Text size
Background

Firma riset Bernstein mempertahankan proyeksi harga aluminium untuk paruh kedua tahun 2026 sebesar $3.100 per ton. Proyeksi ini tidak berubah meskipun kekhawatiran pasokan mereda pasca gencatan senjata di Selat Hormuz dan pemulihan produksi yang lebih cepat dari perkiraan di Timur Tengah.

Harga aluminium sempat melonjak dari Maret hingga Mei karena krisis Selat Hormuz mengancam ekspor logam dan impor bahan baku. Sebagian besar premi risiko tersebut kini telah terkikis seiring dengan dibukanya kembali rute pelayaran.

Prospek Harga Didukung Defisit Pasar

Menurut analisis Bernstein, pasar aluminium diperkirakan akan tetap berada dalam kondisi defisit pada tahun 2026. Faktor ini menjadi penopang utama yang menjaga harga tetap berada di atas level $3.000 per ton tahun ini.

Meskipun risiko geopolitik mereda, Bernstein mencatat bahwa kondisi pasar fisik tetap lebih ketat dibandingkan sebelum konflik. Margin aluminium juga dilaporkan masih berada di atas level *mid-cycle* jangka panjang, sebelum diperkirakan akan normalisasi secara bertahap.

Pasokan Global Mulai Pulih

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dari sisi pasokan, pemulihan produksi di Timur Tengah berjalan lebih cepat dari yang diantisipasi. EGA melaporkan bahwa fasilitas Al Taweelah miliknya, yang memiliki kapasitas 1,6 juta ton per tahun, memulai kembali operasinya lebih cepat dari jadwal. Namun, perusahaan menyatakan bahwa pemulihan penuh ke tingkat pengiriman sebelum krisis dapat memakan waktu hingga satu tahun.

Sementara itu, Tiongkok dilaporkan menambah kapasitas peleburan aluminium baru sebesar 740.000 ton per tahun pada 2026. Tambahan ini akan membawa total output negara tersebut menjadi sekitar 45,3 juta ton.

Permintaan Masih Bervariasi

Kondisi permintaan global menunjukkan gambaran yang beragam. Di Tiongkok, sektor-sektor yang berorientasi ekspor tetap menunjukkan ketahanan, namun permintaan domestik dari sektor konstruksi dan real estat terus melemah.

Di Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat, kondisi manufaktur telah stabil. Meskipun demikian, Bernstein menilai bahwa permintaan yang mendasarinya (*underlying demand*) masih jauh dari kuat.

Back to latest news

LATEST