Story
Bernstein Soroti Empat Saham Logistik Eropa Jelang Laporan Keuangan Kuartal II

Summary
Analis Bernstein mengidentifikasi empat perusahaan logistik utama Eropa—DSV, Kuehne+Nagel, DHL, dan Maersk—yang berpotensi menunjukkan kinerja kuat di tengah gangguan rantai pasok dan kenaikan tarif angkutan.
Analis dari firma riset Bernstein menyoroti empat saham logistik utama di Eropa yang patut dicermati menjelang musim rilis laporan keuangan kuartal kedua. Perusahaan-perusahaan ini dinilai berada dalam posisi yang baik untuk membukukan kinerja yang kuat, didorong oleh efisiensi operasional di tengah berlanjutnya gangguan rantai pasok global.
Konteks Pasar Logistik
Menurut Bernstein, kondisi pasar saat ini menguntungkan sejumlah pemain di sektor logistik. Kompleksitas logistik yang sedang berlangsung di Timur Tengah terus menopang imbal hasil angkutan udara (*air freight yields*). Pada saat yang sama, tarif pengiriman peti kemas tetap kuat berkat permintaan yang solid.
Dalam lingkungan ini, kemampuan perusahaan untuk melakukan eksekusi operasional yang unggul, mengelola biaya secara efisien, dan mengintegrasikan akuisisi menjadi faktor pembeda utama. Dua dari perusahaan yang dianalisis, DHL dan Maersk, bahkan telah menaikkan proyeksi pendapatan mereka untuk setahun penuh.
Analisis Perusahaan Kunci
Bernstein memberikan pandangan terperinci mengenai prospek masing-masing perusahaan:
DSV
Bernstein memperkirakan laba dan margin DSV akan menunjukkan perbaikan signifikan secara kuartalan, sejalan dengan estimasi EBIT konsensus. Peningkatan ini terutama didorong oleh imbal hasil angkutan udara yang lebih tinggi akibat situasi di Timur Tengah, sementara imbal hasil angkutan laut tampak stabil. Analis juga menyoroti potensi peningkatan margin konversi di divisi Udara & Laut yang diperkirakan akan melebihi 40% seiring kemajuan integrasi dan efisiensi biaya.
Kuehne+Nagel
AdPandangan Bernstein terhadap Kuehne+Nagel sedikit lebih optimistis dibandingkan konsensus untuk kuartal ketiga, terutama karena ekspektasi yang lebih konstruktif terhadap imbal hasil angkutan udara. Kualitas eksekusi akan menjadi perhatian utama setelah perusahaan melakukan upaya pengurangan biaya baru-baru ini. Kemampuan untuk mempertahankan momentum komersial dengan basis biaya yang lebih rendah akan menjadi sinyal positif.
DHL
DHL telah menerbitkan hasil awal kuartal kedua pada 7 Juli, yang melampaui ekspektasi. Perusahaan melaporkan EBIT kuartalan sekitar €300 juta di atas perkiraan dan menaikkan proyeksi EBIT setahun penuh untuk 2026 dengan jumlah yang sama, menjadi di atas €6,5 miliar. Kinerja kuat ini terutama ditopang oleh divisi Express, yang hasilnya 34% di atas konsensus, didukung oleh kendala kapasitas kargo udara.
Maersk
Pada 30 Juni, Maersk menaikkan proyeksi setahun penuh untuk laba dan arus kas bebas. Perusahaan kini menargetkan:
- EBITDA dasar antara $8 miliar hingga $10 miliar (naik dari $4,5 miliar - $7 miliar).
- EBIT dasar antara $2 miliar hingga $4 miliar (naik dari negatif $1,5 miliar - $1,0 miliar).
Revisi naik ini mengikuti permintaan yang kuat yang mendorong kenaikan tarif angkutan. Maersk juga menaikkan prospek pertumbuhan volume perdagangan peti kemas global untuk tahun ini dari 2-4% menjadi 4%.