Story
Saham ASML Anjlok Akibat Kekhawatiran Teknologi China, Analis Soroti Prospek Jangka Panjang

Summary
Saham ASML anjlok tajam menyusul berita bahwa perusahaan China berhasil memproduksi mesin litografi DUV. Meskipun terjadi aksi jual, keunggulan kompetitif ASML di segmen teknologi canggih dinilai masih utuh.
Saham ASML Holding (ASML) anjlok sekitar 12-13% dalam dua sesi perdagangan, dipicu oleh laporan bahwa sebuah perusahaan China telah berhasil memproduksi mesin litografi *deep ultraviolet* (DUV). Reaksi pasar yang tajam ini menimbulkan pertanyaan apakah ancaman kompetitif tersebut sepadan dengan aksi jual, mengingat dominasi teknologi dan buku pesanan ASML yang solid.
Pemicu Aksi Jual: Kemajuan Litografi China
Menurut laporan dari *The Information* pada 27 Juli 2026, sebuah perusahaan yang didukung pemerintah di Shanghai telah memulai produksi terbatas mesin litografi DUV imersi yang dikembangkan di dalam negeri. Berita ini memicu kekhawatiran investor akan munculnya pesaing baru bagi ASML di pasar China, yang menyumbang sekitar 20% dari total pendapatan perusahaan.
Namun, skala produksi tersebut masih sangat terbatas. Perusahaan China tersebut diperkirakan hanya akan memproduksi sekitar 5 mesin DUV pada tahun 2026. Sebagai perbandingan, buku pesanan ASML untuk mesin litografi utamanya telah hampir sepenuhnya habis terjual hingga tahun 2027. Selain itu, mesin buatan China tersebut dilaporkan masih tertinggal dalam hal kinerja dan kualitas dibandingkan produk ASML.
Analisis Dampak dan Prospek Jangka Panjang
Di satu sisi, risiko erosi pendapatan dari China dalam jangka menengah hingga panjang adalah nyata. Jika China berhasil meningkatkan produksi dan kualitas, negara tersebut dapat secara bertahap menggantikan permintaan mesin DUV kelas bawah, yang dapat menggerus pangsa pasar ASML. Valuasi saham ASML yang premium juga membuatnya rentan terhadap volatilitas yang dipicu oleh sentimen geopolitik dan berita negatif.
AdDi sisi lain, banyak analis menilai keunggulan kompetitif utama ASML tetap tidak tersentuh. Keunggulan ini terletak pada teknologi *extreme ultraviolet* (EUV) dan generasi berikutnya, High NA EUV, yang sangat penting untuk produksi chip AI dan semikonduktor canggih lainnya. China masih berada beberapa generasi di belakang dalam pengembangan teknologi EUV. ASML saat ini memegang pangsa pasar sekitar 90% untuk seluruh alat litografi.
Proyeksi Pasar: Reaksi Berlebihan?
Aksi jual yang terjadi dinilai oleh sebagian pengamat pasar lebih sebagai reaksi panik daripada penilaian ulang fundamental bisnis ASML. Ancaman dari China lebih merupakan "tembakan peringatan" untuk jangka panjang daripada krisis kompetitif yang akan terjadi dalam waktu dekat. Bank of America bahkan membandingkan koreksi ini dengan perlambatan di China pada 2015 dan ketegangan perdagangan 2018, yang keduanya terbukti menjadi peluang beli bagi investor jangka panjang.
Bagi investor, pertanyaannya adalah apakah mereka dapat menoleransi potensi volatilitas lebih lanjut dalam jangka pendek sebagai ganti berinvestasi pada perusahaan dengan kepemimpinan teknologi yang tak tertandingi, monopoli di segmen EUV, dan buku pesanan yang penuh hingga 2027.