Story
Morgan Stanley Turunkan Peringkat Arkema di Tengah Meredupnya Spread Asam Akrilat

Summary
Morgan Stanley memangkas peringkat saham Arkema menjadi 'equal-weight' dan target harga sebesar 24% menjadi €63, dengan alasan normalisasi spread asam akrilat dan prospek laba yang lebih rendah.
Morgan Stanley menurunkan peringkat saham produsen kimia khusus Arkema S.A. (EPA:AKE) menjadi "equal-weight" dari sebelumnya "overweight". Langkah ini disertai dengan pemangkasan target harga yang signifikan sebesar 24% menjadi €63 dari €83, mencerminkan apa yang disebut bank investasi tersebut sebagai "pengaturan ulang material dalam estimasi laba".
Prospek Laba Dipangkas Tajam
Dasar dari penurunan peringkat ini adalah revisi besar terhadap proyeksi laba Arkema. Morgan Stanley memangkas estimasi Laba per Saham (EPS) yang Disesuaikan untuk tahun fiskal 2026, 2027, dan 2028 masing-masing sebesar 26%, 35%, dan 56%.
Menurut laporan tersebut, revisi ini didasarkan pada beberapa faktor, termasuk:
- Normalisasi siklus di segmen Bahan Baku Primer (Primary Materials), terutama mulai kuartal keempat 2026.
- Volume yang sedikit lebih rendah di segmen Solusi Perekat (Adhesive Solutions).
- Beban keuangan bersih dan tarif pajak yang sedikit lebih tinggi.
Normalisasi Spread Asam Akrilat Jadi Sorotan
Katalis utama di balik pandangan yang lebih hati-hati adalah meredupnya *spread* (selisih harga) asam akrilat. *Spread* ini sempat melonjak pada bulan Maret karena risiko pasokan bahan baku utama, propilena, akibat konflik di Timur Tengah. Namun, Morgan Stanley kini melihat harga asam akrilat turun tajam sebesar 19% secara bulanan pada Juni.
Analis mencatat bahwa *spread* masih bertahan hanya karena harga bahan baku propilena turun lebih tajam lagi, yaitu sebesar 21% pada periode yang sama. Permintaan hilir secara umum tetap lemah, terutama di pasar bangunan dan konstruksi yang menjadi tujuan sekitar 47% produk di segmen Solusi Pelapis (Coating Solutions) dan Solusi Perekat.
AdTerdapat Titik Terang di Segmen Lain
Meski menghadapi tantangan, segmen Polimer Kinerja Tinggi (High Performance Polymers) tetap menjadi pendorong pertumbuhan. Morgan Stanley memproyeksikan pertumbuhan volume dasar sebesar 5% CAGR selama tiga tahun ke depan, didukung oleh produk PVDF untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi.
Pertumbuhan ini akan ditopang oleh ekspansi kapasitas sebesar 15% di AS yang dimulai pada akhir Juni 2026 dan rencana ekspansi 20% di Tiongkok pada 2028. Namun, momentum positif ini dinilai belum cukup untuk mengimbangi kelemahan di segmen lain.
Valuasi dan Pandangan ke Depan
Saat ini, saham Arkema diperdagangkan pada valuasi 6 kali EBITDA 2026, sejalan dengan rata-rata historis lima tahunnya. Morgan Stanley menilai valuasi ini wajar dan mencatat bahwa ada perusahaan lain seperti Evonik yang menawarkan imbal hasil arus kas bebas (FCF) yang lebih baik.
Bank investasi tersebut akan menjadi lebih positif jika Arkema mampu memberikan pertumbuhan persentase satu digit yang tinggi di segmen Polimer Kinerja Tinggi dengan persaingan terbatas dari Tiongkok. Sebaliknya, perlambatan industri yang berkepanjangan atau penundaan lebih lanjut dalam proyek-proyek pertumbuhan dapat memicu pandangan yang lebih pesimis.