Story

Laporan Keuangan Alphabet: Belanja Modal AI Jadi Sorotan Utama Investor

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20262 min read
Laporan Keuangan Alphabet: Belanja Modal AI Jadi Sorotan Utama Investor

Summary

Alphabet akan merilis laporan keuangan kuartal kedua, di mana investor akan lebih mencermati belanja modal (capex) untuk AI daripada laba, yang akan menjadi sinyal penting bagi saham 'Magnificent Seven' lainnya.

Text size
Background

Alphabet dijadwalkan untuk melaporkan hasil keuangan kuartal kedua 2026 pada hari Rabu setelah pasar tutup, namun kali ini Wall Street lebih menyoroti faktor lain di luar angka pendapatan dan laba. Investor akan sangat memperhatikan besaran belanja modal (capex) perusahaan dan proyeksinya untuk sisa tahun ini sebagai indikator utama komitmennya pada perlombaan kecerdasan buatan (AI).

Fokus Beralih ke Belanja Modal

Analis memperkirakan fokus utama bukan pada pendapatan atau laba per saham (EPS), melainkan pada pengeluaran infrastruktur AI. Menurut Wolfe Research, "Pendapatan dan laba kemungkinan tidak akan sepenting jumlah belanja modal yang diselesaikan pada kuartal ini dan panduan untuk sisa tahun ini."

Ekspektasi konsensus memproyeksikan EPS kuartal kedua sekitar $2,87 hingga $2,90 dengan pendapatan $116,8 miliar hingga $116,93 miliar. Namun, angka yang paling diawasi adalah capex. Setelah menaikkan panduan capex setahun penuh 2026 menjadi $180 miliar hingga $190 miliar pada bulan April—naik lebih dari lima kali lipat dari $32,3 miliar pada 2023—investor ingin melihat apakah realisasi kuartal kedua akan berada di batas atas atau bawah rentang tersebut.

Sebagai perbandingan, capex pada kuartal pertama melonjak 107% secara tahunan (YoY) menjadi $35,7 miliar. Analis di Raymond James bahkan memperingatkan bahwa Alphabet dapat memproyeksikan capex lebih dari $300 miliar pada tahun 2027, jauh di atas perkiraan Wall Street saat ini sebesar $261 miliar.

Prospek Cloud dan Risiko Eksekusi

Sample IUX Markets – In-articleAd

Skenario optimistis bagi Alphabet berpusat pada *backlog* pesanan Google Cloud yang mencapai $462 miliar pada kuartal pertama, hampir dua kali lipat dari kuartal sebelumnya. Perusahaan telah berkomitmen untuk mengubah lebih dari separuh *backlog* tersebut menjadi pendapatan dalam 24 bulan ke depan. Selain itu, penggunaan Tensor Processing Unit (TPU) kustom memberikan keunggulan biaya struktural dibandingkan para pesaing yang bergantung pada GPU Nvidia.

Namun, risiko eksekusi juga meningkat. Reuters melaporkan bahwa Alphabet telah menunda peluncuran Gemini 3.5 Pro, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kecepatan monetisasi AI. Analis Raymond James menyatakan bahwa penundaan ini "telah mengubah persepsi dari yang terdepan menjadi yang tertinggal." Perusahaan juga dilaporkan kehilangan beberapa talenta AI penting, yang menambah tekanan kompetitif.

Implikasi bagi Sektor Teknologi

Laporan Alphabet memiliki implikasi yang jauh lebih luas dari sekadar kinerja perusahaan itu sendiri. Angka capex-nya akan menjadi barometer penting bagi seluruh sektor teknologi, terutama untuk permintaan semikonduktor dan chip memori. Laporan ini juga akan mengatur ekspektasi untuk laporan keuangan dari para raksasa teknologi lainnya seperti Microsoft, Amazon, dan Meta yang akan dirilis pada minggu berikutnya.

Menurut proyeksi UBS, gabungan capex dari empat *hyperscaler* utama diperkirakan akan naik 76% untuk setahun penuh menjadi $673 miliar. Bank for International Settlements (BIS) dalam laporannya pada bulan Juni juga memperingatkan bahwa setiap pengurangan belanja infrastruktur oleh Big Tech akan memiliki dampak berjenjang pada perdagangan teknologi global.

Back to latest news

LATEST