Story

Saham Alibaba Menguat Didorong Tesis AI 'Full-Stack' dan Persetujuan Apple

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 20, 20262 min read
Saham Alibaba Menguat Didorong Tesis AI 'Full-Stack' dan Persetujuan Apple

Summary

Saham Alibaba (BABA) melanjutkan kenaikannya, didorong oleh persetujuan model AI Qwen untuk perangkat Apple di China dan tesis investasi 'full-stack' AI yang didukung oleh analis. Namun, risiko geopolitik dan regulasi tetap menjadi perhatian utama bagi investor.

Text size
Background

Saham Alibaba (BABA) menunjukkan penguatan di sesi pra-perdagangan, menandakan pasar masih merespons serangkaian katalis positif, terutama persetujuan dari regulator China untuk integrasi model AI Qwen ke dalam perangkat Apple. Meskipun sahamnya masih tercatat -24,67% sepanjang tahun ini (YTD), perkembangan ini memicu kembali perdebatan apakah saham BABA menawarkan nilai yang menarik atau masih dibayangi oleh risiko geopolitik.

Tesis 'Full-Stack' AI Jadi Tumpuan

Kasus investasi bullish untuk Alibaba diperkuat oleh apa yang disebut Citi sebagai tesis "full-stack". Analis berpendapat bahwa seiring percepatan perlombaan AI di China, perusahaan tidak akan bertaruh pada satu model AI pemenang. Sebaliknya, mereka akan menggunakan berbagai model untuk tugas yang berbeda, yang pada akhirnya meningkatkan nilai platform infrastruktur yang mendasarinya.

Posisi Alibaba dinilai sangat strategis dalam skenario ini. Perusahaan menawarkan ekosistem yang lengkap, mulai dari model AI Qwen, infrastruktur Alibaba Cloud, hingga aplikasi perusahaan melalui DingTalk. Pandangan ini didukung oleh Barclays, yang mempertahankan peringkat *Overweight* dengan target harga $195, dan mencatat bahwa margin EBITA cloud kemungkinan telah mencapai dua digit pada kuartal kedua.

Katalis Positif Jangka Pendek

Beberapa pendorong utama mendukung momentum positif saham Alibaba saat ini:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Persetujuan Apple-Qwen: Administrasi Siber China telah memberikan lampu hijau untuk penggunaan AI Qwen di seluruh ekosistem iOS, iPadOS, dan macOS. Keputusan ini membuka akses distribusi ke ratusan juta pengguna perangkat Apple di China, sebuah katalis signifikan yang sempat mendorong saham naik sekitar 5%.
  • Reli Konsolidasi AI: Pada 8 Juli, saham BABA melonjak +12,2% setelah laporan pra-laba menunjukkan kerugian yang menyempit di segmen *instant-commerce* dan percepatan pertumbuhan di segmen cloud untuk kuartal pertama fiskal 2027.
  • Eksposur ke Moonshot: Alibaba juga memiliki keuntungan tidak langsung melalui investasinya di Moonshot, yang baru-baru ini meluncurkan Kimi K3, model AI *open-source* terbesar di dunia.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Di tengah optimisme, investor tetap harus mewaspadai beberapa risiko signifikan yang dapat memengaruhi kinerja saham:

  • Tekanan Geopolitik: Terdapat laporan bahwa China mempertimbangkan untuk membatasi akses luar negeri ke model AI tercanggihnya, yang berpotensi menghambat monetisasi internasional.
  • Kontroversi Hak Kekayaan Intelektual: Anthropic telah mengirimkan surat kepada senator AS yang menuduh Alibaba meniru teknologi AI miliknya. Isu ini dapat memicu kembali ancaman legislatif dari AS terhadap perusahaan teknologi China.
  • Regulasi Biaya Platform: Regulator China mengumumkan rencana untuk mengurangi biaya bagi para pedagang (*merchant*) di platform e-commerce, termasuk Alibaba. Kebijakan ini dapat menjadi penekan langsung terhadap margin laba perusahaan.
Back to latest news

LATEST