Story

Koreksi Sektor AI: Belanja Modal Raksasa Alphabet Picu Aksi Jual US$500 Miliar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 29, 20262 min read
Koreksi Sektor AI: Belanja Modal Raksasa Alphabet Picu Aksi Jual US$500 Miliar

Summary

Aksi jual besar-besaran di saham teknologi AI, yang dipicu oleh proyeksi belanja modal Alphabet yang mencapai US$205 miliar, telah mengikis valuasi pasar hingga US$500 miliar dalam satu sesi perdagangan.

Text size
Background

Sesi perdagangan 23 Juli 2026 menandai titik balik potensial bagi tren investasi kecerdasan buatan (AI), setelah gabungan kapitalisasi pasar Alphabet dan Tesla anjlok sekitar US$500 miliar. Peristiwa ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap skala belanja modal yang masif di sektor ini.

Pemicu Aksi Jual Massal

Aksi jual dimulai setelah Alphabet, pada 22 Juli malam, merilis laporan keuangan kuartal kedua dan menaikkan prospek belanja modal (capex) untuk tahun 2026 menjadi antara US$195 miliar hingga US$205 miliar. Pasar merespons negatif keesokan harinya, dengan saham Alphabet anjlok 7,1% dan Tesla merosot 14,5% dalam satu hari.

Dampak dari kekhawatiran ini tidak terbatas pada pasar saham. Bloomberg melaporkan bahwa pasar kredit teknologi juga mengalami tekanan, di mana obligasi terkait AI ikut terdampak. Hal ini mengindikasikan bahwa kekhawatiran investor telah meluas melampaui sekadar valuasi ekuitas menjadi risiko utang.

Pergeseran Sentimen Investor

Sentimen pasar yang sebelumnya didominasi oleh "fear of missing out" (FOMO) atau ketakutan ketinggalan, kini berbalik menjadi kekhawatiran akan "massive overbuilding" atau pembangunan infrastruktur yang berlebihan. Investor mulai mempertanyakan kapan investasi jumbo tersebut akan benar-benar menghasilkan keuntungan yang sepadan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

"Investor mulai berpikir, bagaimana kita memahami semua pengeluaran ini, dan berapa lama lagi kita harus bersabar sebelum melihatnya benar-benar berubah menjadi keuntungan nyata?" kata Peter Andersen, CEO Andersen Capital Management, kepada Reuters. Data Goldman Sachs yang dikutip oleh Reuters juga menunjukkan bahwa *hedge fund* telah mengurangi eksposur mereka terhadap saham perangkat keras teknologi selama empat minggu berturut-turut menjelang Juli.

Dampak Global dan Prospek ke Depan

Koreksi ini dengan cepat menyebar ke pasar global. Indeks Nasdaq mencatat penurunan mingguan 2% selama dua minggu berturut-turut, sementara Philadelphia Semiconductor Index anjlok 4,5% pada 25 Juli saja. Di Asia, indeks KOSPI Korea Selatan ditutup anjlok 10,8% pada 28 Juli, sesi terburuknya dalam beberapa tahun, dengan saham Samsung dan SK Hynix masing-masing jatuh 13,4% dan 14,7%.

Lembaga pemeringkat Fitch pada hari yang sama memperingatkan bahwa koreksi pasar AI muncul sebagai risiko kredit global yang signifikan. "Saat ini ada banyak kepanikan seputar investasi AI, dan kepanikan itu tampaknya tidak pandang bulu," ujar Gil Luria, analis teknologi di D.A. Davidson, kepada Fortune.

Kini, fokus pasar tertuju pada laporan keuangan dari Meta dan Microsoft serta keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan dirilis pada 29 Juli. Setiap sinyal perlambatan belanja infrastruktur dari kedua raksasa teknologi tersebut dapat menjadi konfirmasi fundamental bagi para *bear*, sementara kebijakan moneter yang lebih ketat dari The Fed dapat menambah tekanan pada valuasi saham AI yang sudah tinggi.

Back to latest news

LATEST