Story
Saham AI Nebius & CoreWeave Anjlok, Analis Terbelah Antara 'Pisau Jatuh' dan Peluang Beli

Summary
Saham penyedia komputasi AI Nebius dan CoreWeave anjlok lebih dari 40% karena ancaman kompetisi dari Meta. Investor kini mempertimbangkan apakah ini adalah 'pisau jatuh' atau peluang untuk membeli di harga rendah.
Dua saham favorit di sektor infrastruktur cloud AI, Nebius (NBIS) dan CoreWeave (CRWV), mengalami tekanan jual hebat, dengan penurunan tajam dalam sebulan terakhir. Aksi jual ini dipicu terutama oleh kekhawatiran kompetitif setelah Meta Platforms mengumumkan rencananya untuk memasuki pasar penyewaan komputasi AI.
Tekanan Jual yang Signifikan
Dalam sebulan terakhir, saham NBIS telah anjlok -42,1%, sementara CRWV merosot -35,0%. Dalam sepekan, NBIS turun -30,7%. Penurunan CRWV bahkan lebih dalam secara tahunan, yakni sebesar -43%, dan kini diperdagangkan sangat dekat dengan level terendah 52 minggunya di $60,55.
Katalis utama di balik sentimen negatif ini adalah rencana Meta untuk memonetisasi kapasitas komputasi AI berlebih yang dimilikinya. Bagi Nebius dan CoreWeave, yang model bisnisnya bergantung pada penyewaan klaster GPU untuk pengembangan AI, langkah Meta ini merupakan ancaman kompetitif yang fundamental. CoreWeave juga menghadapi tekanan tambahan dari masuknya SpaceX ke pasar yang sama.
Faktor Pemberat di Masing-Masing Perusahaan
Selain ancaman dari Meta, kedua perusahaan menghadapi tantangan internal yang membebani harga saham mereka.
Nebius (NBIS)
- Peningkatan Belanja Modal (Capex): Proyeksi capex untuk 2026 dinaikkan menjadi $20 miliar–$25 miliar, dengan pendapatan signifikan dari kapasitas baru ini baru diperkirakan akan terealisasi pada paruh pertama 2027.
- Penjualan oleh Pihak Internal: Eksekutif kunci, termasuk CEO dan CTO, telah menjual saham senilai lebih dari $140 juta dalam 90 hari terakhir.
- Reli yang Singkat: Kenaikan harga saham yang didorong oleh kesepakatan komputasi dengan Reflection AI senilai $1 miliar lebih, berbalik arah dalam waktu kurang dari 24 jam.
AdCoreWeave (CRWV)
- Proyeksi Kerugian: Perusahaan diperkirakan akan mencatatkan rugi per saham (EPS) sebesar -$3,81 untuk tahun fiskal 2026.
- Pembengkakan Capex: Anggaran belanja modal meningkat menjadi $34 miliar dari estimasi sebelumnya sebesar $29 miliar.
- Penjualan Saham oleh Eksekutif: Chief Data Officer (CDO) McBee Brannin menjual saham senilai $4,49 juta pada 13 Juli.
Sinyal Teknikal dan Prospek Jangka Panjang
Secara teknikal, kedua saham menunjukkan sinyal jual yang kuat. Namun, beberapa indikator momentum mengisyaratkan potensi kelelahan di kalangan penjual. Indikator StochRSI untuk kedua saham berada di level 0,0, yang menandakan kondisi jenuh jual (oversold) yang dalam, sementara RSI untuk CRWV berada di 29,8, juga di area oversold.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa kondisi jenuh jual dapat bertahan lama dalam tren penurunan yang kuat. Di sisi lain, skenario optimis (bull case) masih ada. NVIDIA dilaporkan memiliki 9,3% saham pasif di NBIS, sebuah dukungan kuat. Selain itu, Northland menetapkan target harga $410 untuk NBIS. Untuk CRWV, Bank of America mempertahankan peringkat Beli dengan target harga $140, didukung oleh pertumbuhan pendapatan 130% dan kontrak jangka panjang dengan klien seperti Galaxy Digital.
Kesimpulannya, meskipun prospek permintaan komputasi AI jangka panjang tetap solid, secara teknikal kedua saham ini belum menunjukkan tanda-tanda pembentukan dasar harga. Investor akan memantau level support kunci—sekitar $170 untuk NBIS dan $60,55 untuk CRWV—untuk sinyal stabilisasi sebelum mempertimbangkan potensi pembalikan arah.