Story

Yuan Tembus Level 6,7 Terhadap Dolar, Bank Sentral Tiongkok Coba Perlambat Laju

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 12, 20262 min read
Yuan Tembus Level 6,7 Terhadap Dolar, Bank Sentral Tiongkok Coba Perlambat Laju
Text size
Background

Nilai tukar yuan Tiongkok menguat tajam menembus level psikologis 6,7 terhadap dolar AS pada hari Rabu (9/9), didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat dan pelemahan dolar. Baik yuan onshore (CNY) maupun offshore (CNH) mencatatkan level terkuat sejak Februari 2023, dengan total kenaikan sejak awal tahun mencapai lebih dari 4%.

Penguatan Didukung Fundamental Kuat

Pada perdagangan hari Rabu, yuan onshore menyentuh 6,7076 sementara yuan offshore menguat hingga 6,7054 terhadap dolar. Penguatan ini didorong oleh data ekonomi yang solid dari Tiongkok dan dinamika pasar mata uang global.

  • Surplus Perdagangan: Surplus perdagangan Tiongkok pada bulan Agustus mencapai $119,09 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar $118,6 miliar dan angka bulan sebelumnya sebesar $112,5 miliar. Surplus neraca berjalan yang besar ini memberikan dukungan fundamental yang kokoh bagi yuan.
  • Pelemahan Dolar: Indeks Dolar AS (DXY) sedikit melemah ke level 98,82 pada 8 September. Pelemahan ini juga dipengaruhi oleh penguatan yen Jepang, yang memberikan tekanan terhadap dolar.

Intervensi Bank Sentral

Di tengah apresiasi yang cepat, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) terlihat berupaya memperlambat laju penguatan melalui penetapan kurs tengah harian atau *midpoint fixing*. Menurut analisis dari China Economic Review pada 7 September, PBoC secara konsisten menetapkan kurs tengah pada level yang lebih lemah dari perkiraan pasar sejak November 2025.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Analis mencatat bahwa deviasi antara kurs tengah PBoC dan estimasi pasar dari Reuters baru-baru ini bahkan melebihi 640 basis poin. Langkah ini diartikan sebagai upaya untuk menahan apresiasi yang terlalu cepat demi menjaga daya saing ekspor, mengingat pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang masih dalam fase rapuh. Analis OCBC menyebut penetapan kurs tengah ini sebagai "pembatas kecepatan" yang penting bagi penguatan yuan lebih lanjut.

Proyeksi Analis dan Data Mendatang

Para analis memiliki pandangan yang beragam mengenai prospek yuan. Tim ekonom Goldman Sachs dalam laporan 9 September memproyeksikan yuan akan terapresiasi secara bertahap sebesar 3-5% per tahun, menargetkan level 6,0 pada akhir 2028 dan 5,5 pada akhir 2031. Namun, proyeksi ini dianggap optimis dibandingkan dengan konsensus.

Sebaliknya, median proyeksi dari beberapa bank investasi lain untuk akhir tahun 2026 hanya berada di sekitar 6,68, menunjukkan perbedaan pandangan yang signifikan dengan Goldman Sachs. Pasar kini menantikan rilis data penting yang dapat mempengaruhi arah nilai tukar, termasuk keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (10 September) dan data inflasi CPI AS (11 September), yang akan menjadi ujian tekanan langsung bagi konsolidasi yuan di dekat level 6,71.

Back to latest news

LATEST