Story

Yen Jatuh ke Level Terendah 40 Tahun, BCA Research Tunjuk Kebijakan Inflasioner BoJ

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 1, 20262 min read
Yen Jatuh ke Level Terendah 40 Tahun, BCA Research Tunjuk Kebijakan Inflasioner BoJ
Text size
Background

Pelemahan yen Jepang ke level terendah dalam hampir 40 tahun mencerminkan kebijakan moneter inflasioner yang diterapkan oleh Bank of Japan (BoJ), bukan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan publik negara tersebut, demikian menurut laporan dari BCA Research.

Lembaga riset tersebut memperkirakan bahwa yen dan obligasi pemerintah Jepang (JGB) akan tetap berada di bawah tekanan hingga akhir tahun 2026, meskipun menyarankan investor untuk bersiap membeli mata uang yang dinilai sangat rendah (undervalued) tersebut pada musim dingin mendatang.

Kebijakan Moneter Jadi Pemicu Utama

BCA Research berpendapat bahwa model tradisional yang menggunakan diferensial suku bunga tidak lagi dapat menjelaskan pelemahan yen secara memadai. Sebaliknya, ekspektasi inflasi dan tingkat kecuraman kurva imbal hasil (yield curve) Jepang memberikan penjelasan yang lebih kuat untuk pergerakan pasangan mata uang USD/JPY dan EUR/JPY baru-baru ini.

Laporan tersebut menyoroti suku bunga kebijakan riil Jepang yang berada di level -0,75%, yang digambarkan sebagai sangat akomodatif di tengah tanda-tanda bahwa perekonomian mulai terlalu panas (overheating). Hal ini didukung oleh beberapa indikator:

  • Negosiasi upah tahunan telah menghasilkan kenaikan di atas 5% selama tiga tahun berturut-turut.
  • Pertumbuhan kredit mencapai 5,7% pada bulan Juni, laju tercepat dalam lebih dari 30 tahun di luar periode pandemi.

Proyeksi Inflasi dan Implikasi bagi Investor

Sample IUX Markets – In-articleAd

BCA memproyeksikan inflasi utama Jepang akan mencapai 2,7% pada Juni 2027, dengan inflasi inti naik menjadi 3,1%. Peningkatan seperti itu pada akhirnya dapat memaksa BoJ untuk mengadopsi sikap yang lebih hawkish, yang berpotensi mendukung penguatan yen dan mendatarkan kurva imbal hasil Jepang.

Tekanan jual terhadap yen juga diperburuk oleh maraknya aktivitas *carry trade* yang didanai dengan yen, didorong oleh volatilitas pasar mata uang dan obligasi yang rendah. Namun, posisi jual spekulatif (speculative short) yang besar menciptakan risiko pembalikan arah yang tajam jika volatilitas meningkat atau jika otoritas melakukan intervensi.

Rekomendasi Strategis

Berdasarkan analisisnya, BCA Research merekomendasikan untuk tetap *underweight* pada obligasi pemerintah Jepang hingga akhir tahun dan mulai mengakumulasi yen selama musim dingin. Perusahaan juga mengganti posisi jual USD/JPY, yang ditutup dengan kerugian 1,4%, dengan posisi jual pada pasangan CHF/JPY.

Sementara itu, BCA mengubah peringkatnya untuk sektor perbankan Jepang menjadi netral. Meskipun kenaikan imbal hasil telah mendukung profitabilitas bank, potensi pergeseran kebijakan BoJ di masa depan dapat mendatarkan kurva imbal hasil dan menekan margin pinjaman. BCA juga menilai bahwa utang pemerintah Jepang yang tinggi tidak menimbulkan krisis fiskal dalam waktu dekat, dengan mengutip surplus neraca berjalan, posisi aset luar negeri yang besar, dan rasio utang bersih terhadap PDB yang menurun.

Back to latest news

LATEST