Story
Cadangan Minyak Strategis AS Menipis, Kemampuan Stabilisasi Pasar Melemah

Summary
Cadangan Minyak Strategis AS telah anjlok ke level terendah sejak 1982 setelah serangkaian pelepasan besar, yang secara signifikan mengurangi kemampuan Washington untuk menenangkan pasar minyak di tengah ketegangan geopolitik.
Cadangan Minyak Strategis (SPR) Amerika Serikat berada pada level terendah dalam lebih dari empat dekade, sebuah kondisi yang mengurangi kemampuan Washington untuk menstabilkan pasar minyak global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Penarikan besar-besaran selama beberapa tahun terakhir oleh pemerintahan Trump dan Biden telah menguras cadangan darurat ini secara signifikan.
Cadangan di Level Kritis
Menurut data yang dikutip oleh Reuters, SPR saat ini hanya menampung 289,7 juta barel, level terendah sejak tahun 1982. Cadangan ini berpotensi turun lebih jauh menjadi sekitar 243 juta barel jika pelepasan tambahan sebesar 39 juta barel yang disepakati dengan Badan Energi Internasional (IEA) dilanjutkan.
Penurunan ini merupakan hasil dari serangkaian pelepasan yang disengaja:
- Sejak 2021, pemerintahan Biden telah melepas sekitar 230 juta barel, termasuk rekor 180 juta barel setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
- Sebelumnya, pemerintahan Trump juga melakukan penarikan dari SPR.
- Pelepasan terbaru merupakan bagian dari upaya terkoordinasi IEA untuk menenangkan pasar setelah dimulainya perang AS-Israel dengan Iran pada 28 Februari lalu, di mana AS berkomitmen melepas 172 juta barel.
Risiko Operasional dan Infrastruktur Menua
AdMenipisnya cadangan menimbulkan risiko operasional yang serius. Siddharth Misra, seorang profesor teknik perminyakan di Texas A&M University, menyatakan bahwa meskipun batas minimum fisik absolut SPR adalah 70 juta barel, batas minimum praktis untuk operasi yang aman adalah mendekati 250 juta barel. Beroperasi di bawah level ini akan "mendorong infrastruktur ke zona berbahaya," katanya.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh laporan dari Government Accountability Office (GAO) pada bulan Mei, yang menyoroti bahwa kemampuan SPR untuk melakukan penarikan dan pengisian kembali secara cepat berisiko akibat infrastruktur yang menua dan pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung. Proses pengisian kembali juga berjalan lambat, dengan dana yang terbatas dan pinjaman minyak yang baru akan dikembalikan sepenuhnya pada akhir 2028.
Implikasi Pasar dan Fleksibilitas Kebijakan
Bagi para pelaku pasar, level SPR yang rendah mengurangi bantalan pengaman terhadap guncangan pasokan di masa depan. Clayton Seigle dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperingatkan bahwa level SPR yang "sangat rendah" ini berarti "fleksibilitas kebijakan yang lebih sedikit jika terjadi disrupsi di masa depan" untuk meredam pasar minyak.
Lutz Kilian dari Federal Reserve Bank of Dallas menambahkan bahwa jika cadangan terus dikuras, hal itu justru dapat mendorong harga minyak lebih tinggi dan merugikan perekonomian. Menurutnya, ketika cadangan secara praktis habis, "destruksi permintaan menjadi satu-satunya respons terhadap kekurangan minyak." Hal ini meningkatkan volatilitas dan risiko bagi investor di pasar energi.