Story

Merger Paramount-Warner Bros Dihadang Gugatan 12 Negara Bagian AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 14, 20262 min read
Merger Paramount-Warner Bros Dihadang Gugatan 12 Negara Bagian AS

Summary

Sejumlah negara bagian AS, dipimpin oleh California, melayangkan gugatan untuk memblokir merger Paramount dan Warner Bros. Discovery, dengan alasan kesepakatan itu akan merugikan bioskop lokal dan menaikkan biaya TV kabel.

Text size
Background

Sebuah koalisi yang terdiri dari 12 negara bagian Amerika Serikat telah mengajukan gugatan hukum untuk memblokir merger antara Paramount dengan Warner Bros. Discovery. Gugatan yang dipimpin oleh California ini menuduh bahwa kesepakatan tersebut akan menciptakan konsentrasi pasar yang tidak adil, menekan bioskop lokal yang masih berjuang pulih pasca-pandemi, dan berpotensi menaikkan biaya bagi pelanggan TV kabel.

Gugatan Antimonopoli dan Potensi Dampaknya

Gugatan tersebut, yang diajukan oleh California bersama 11 negara bagian lain termasuk New York dan Oregon, menyoroti bahwa entitas gabungan akan menguasai pangsa pasar yang signifikan. Menurut dokumen gugatan, perusahaan hasil merger akan memiliki lebih dari 27% pangsa pasar di distribusi film dan TV kabel berbayar.

Kekuatan pasar yang terkonsolidasi ini dikhawatirkan akan memberikan daya tawar yang tidak adil terhadap pemilik bioskop dan operator TV berbayar. "Sementara harga tiket kemungkinan besar akan naik, bioskop akan terpaksa mengurangi investasi yang membuat pengalaman penonton lebih baik," kata Jaksa Agung California, Rob Bonta, dalam sebuah konferensi pers. Ia menambahkan bahwa tagihan TV kabel konsumen juga berisiko naik karena perusahaan distributor akan memiliki kekuatan negosiasi yang lebih lemah.

Kekhawatiran Industri Bioskop

Industri bioskop, yang masih dalam tahap pemulihan, menjadi sorotan utama. Data dari Rentrak menunjukkan bahwa pendapatan *box office* di AS dan Kanada hingga saat ini mencapai $5,1 miliar pada tahun 2026, naik 10,6% dari tahun lalu tetapi masih 16,3% di bawah level pra-pandemi tahun 2019.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Seorang eksekutif dari jaringan bioskop independen, yang tidak ingin disebutkan namanya, khawatir bahwa gabungan Paramount dan Warner Bros. dapat menaikkan biaya sewa yang harus dibayar bioskop untuk menayangkan film-film *blockbuster*. Secara tradisional, studio dan bioskop membagi pendapatan tiket 50-50, tetapi studio dapat menuntut hingga 60% untuk film yang sangat dinanti. Dengan lebih sedikit distributor besar, "bioskop tidak akan memiliki pilihan lain," ujarnya.

Tanggapan Paramount dan Konteks Merger

Menanggapi gugatan tersebut, Paramount merilis pernyataan yang menyebut bahwa gugatan itu mendistorsi hukum antimonopoli dan didasarkan pada representasi yang keliru tentang persaingan di industri hiburan. Perusahaan berpendapat bahwa penundaan transaksi justru akan merugikan para pekerja di sektor hiburan.

Penundaan ini juga akan membebani Paramount secara finansial. CEO David Ellison telah setuju untuk membayar "biaya penundaan" (*ticking fee*) kepada pemegang saham Warner Bros. Discovery sebesar 25 sen per saham setiap kuartal, yang setara dengan sekitar $650 juta tunai, jika kesepakatan tidak ditutup sebelum Oktober. Para penggugat juga merujuk pada akuisisi aset Fox oleh Walt Disney pada 2019 sebagai preseden, yang menurut mereka menyebabkan penurunan jumlah film yang dirilis secara luas.

Back to latest news

LATEST