Story
IMO Desak Negara-Negara Tolak Upaya Iran Kendalikan Selat Hormuz

Summary
Dewan badan pelayaran PBB mendesak negara-negara anggota untuk menolak klaim kedaulatan Iran dan upaya sepihaknya untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Dewan pengatur badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sepakat bahwa negara-negara harus menolak upaya Iran untuk memaksakan kedaulatan atas Selat Hormuz. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap langkah sepihak Teheran yang membentuk sebuah badan untuk mengendalikan lalu lintas di jalur air strategis tersebut.
Keputusan Dewan IMO
Dalam sebuah keputusan yang tidak mengikat, Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang berbasis di London "mengutuk keras" keputusan Iran untuk "mendirikan entitas yang bertujuan mengendalikan lalu lintas melalui selat tersebut." IMO bertanggung jawab untuk mengatur keselamatan dan keamanan pelayaran internasional.
Dewan tersebut menyerukan kepada negara-negara anggota untuk tidak mengakui:
- Klaim kedaulatan Iran atas Selat Hormuz.
- Keputusan Iran yang bertujuan "menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional dan hak lintas transit."
Langkah ini menyusul laporan bahwa otoritas yang baru dibentuk Iran, Persian Gulf Strait Authority, menyatakan pada bulan Juni bahwa tidak ada kapal yang diizinkan melewati jalur air tersebut "tanpa izin lintas yang sah" yang dikeluarkan oleh badan itu.
Konteks dan Tanggapan Iran
AdKeputusan IMO ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut yang menurut Washington dilakukan oleh Teheran. Insiden-insiden ini telah memicu kekhawatiran baru tentang keamanan pasokan minyak global dan pelayaran.
Iran, yang tidak memiliki kursi di dewan tersebut, menolak tuduhan yang dilontarkan terhadapnya. Delegasi Iran di IMO menyatakan bahwa tuduhan tersebut "selektif, bermotif politik, dan tidak berdasar secara hukum." Teheran berargumen bahwa mereka bukan pihak dalam konvensi maritim internasional UNCLOS dan "tidak terikat oleh rezim berbasis perjanjian tersebut." Menurut Iran, tindakan yang mereka terapkan bertujuan untuk menegakkan keselamatan dan keamanan maritim, bukan untuk menutup selat.
Implikasi bagi Pasar Global
Selat Hormuz adalah salah satu titik strategis terpenting di dunia untuk pasokan energi, di mana sebagian besar minyak lintas laut global melewatinya setiap hari. Setiap upaya untuk mengendalikan atau mengganggu arus lalu lintas di selat ini merupakan risiko signifikan bagi stabilitas pasar minyak dan perdagangan global.
Keputusan IMO, meskipun tidak mengikat secara hukum, menambah lapisan ketidakpastian politik dan hukum bagi perusahaan pelayaran dan pedagang komoditas. Situasi ini dapat memengaruhi premi asuransi pengiriman dan meningkatkan volatilitas harga minyak mentah karena investor terus memantau risiko geopolitik di kawasan tersebut.