Story
UBS Turunkan Rentang 'Buy the Dip' Perak ke Level $48-50 per Ounce

Summary
UBS merevisi turun rentang harga beli saat koreksi (buy the dip) untuk perak, dengan alasan permintaan investasi yang lesu dan tekanan jangka pendek, namun tetap optimis terhadap prospek logam mulia tersebut dalam jangka panjang.
UBS telah menurunkan rentang harga yang dianggap menarik untuk membeli perak saat terjadi koreksi (buy the dip), seiring logam mulia ini terus mencari level support yang solid setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa minggu terakhir.
Latar Belakang Penyesuaian Harga
Dalam sebuah catatan, ahli strategi UBS, Dominic Schnider, menyatakan bahwa tekanan pada harga perak dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak. Faktor-faktor ini "telah mengintensifkan kekhawatiran tentang suku bunga yang lebih tinggi dan menekan logam mulia—termasuk perak."
Harga perak telah anjlok dari $76 per ounce pada awal Juni menjadi sekitar $56 per ounce pada pertengahan Juli. "Kami awalnya menunjuk ke level $55/oz ke bawah sebagai level di mana membeli saat koreksi terlihat menarik, tetapi sekarang menurunkan rentang ini menjadi $48-50/oz sambil menegaskan kembali bahwa harga seperti itu kemungkinan akan berumur pendek," tulis Schnider.
Permintaan Investasi Jadi Sorotan
Penyesuaian ini mencerminkan permintaan investasi yang lebih lesu dari perkiraan awal bank tersebut. Permintaan investasi tetap lemah sepanjang tahun, dengan data menunjukkan beberapa poin penting:
Ad- Kepemilikan Exchange-Traded Fund (ETF) turun lebih dari 38 juta ounce sejak awal Januari.
- Total kepemilikan ETF mencapai sekitar 784 juta ounce pada pertengahan Juli.
- Meskipun demikian, UBS mencatat adanya tanda-tanda stabilisasi baru-baru ini, dengan kepemilikan ETF naik 1,86 juta troy ounce bulan ini, yang menunjukkan investor mulai memanfaatkan penurunan harga.
Prospek Jangka Pendek vs Jangka Panjang
Schnider meyakini tekanan jangka pendek kemungkinan akan terus berlanjut, didorong oleh ketegangan geopolitik, biaya peluang yang lebih tinggi, dan dolar AS yang kuat. UBS juga mengantisipasi sikap *hawkish* dari Federal Reserve dalam waktu dekat, dengan perkiraan pemangkasan suku bunga baru akan terjadi pada Desember 2026 atau kuartal pertama 2027.
Namun, UBS memandang pelemahan ini hanya bersifat sementara. Prospek jangka panjang tetap positif didukung oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun depan, valuasi dolar AS yang tinggi terhadap mata uang Asia, dan permintaan industri yang mungkin tidak terlalu sensitif terhadap harga perak yang lebih tinggi. UBS memproyeksikan harga perak mencapai $65 per ounce pada September, naik menjadi $70 pada Desember, dan $75 pada Maret dan Juni 2027.