Story

UBS: Peluang Komoditas Kini Meluas di Luar Sektor Energi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 27, 20262 min read
UBS: Peluang Komoditas Kini Meluas di Luar Sektor Energi

Summary

Bank investasi UBS menyatakan bahwa peluang investasi di sektor komoditas kini melampaui energi, dengan menyoroti potensi kenaikan pada logam industri, produk pertanian, dan emas sebagai sumber imbal hasil dan lindung nilai inflasi.

Text size
Background

Bank investasi UBS dalam sebuah catatan pada hari Kamis menyatakan bahwa argumen untuk eksposur pada komoditas kini meluas secara signifikan di luar sektor energi. UBS menyoroti logam industri, pertanian, dan emas sebagai sumber potensial untuk imbal hasil sekaligus perlindungan terhadap inflasi.

"Meskipun kondisi yang berubah di Timur Tengah terus memengaruhi pasar minyak dan produk olahannya, kami yakin alasan untuk eksposur komoditas yang luas sebagai sumber imbal hasil dan lindung nilai inflasi melampaui energi," tulis ahli strategi bank tersebut, sebagaimana dikutip oleh Investing.com.

Prospek di Luar Sektor Energi

UBS mengidentifikasi beberapa area utama yang menawarkan peluang menarik bagi para investor.

Logam Industri dan Elektrifikasi

Prospek jangka panjang untuk logam industri seperti tembaga dinilai positif. Permintaan didorong oleh faktor-faktor struktural seperti pembangunan infrastruktur untuk kecerdasan buatan (AI) dan tren elektrifikasi global yang terus berlanjut.

Pertanian dan Ancaman El Niño

Di sektor pertanian, prakiraan cuaca menunjukkan probabilitas sekitar 80% bahwa fenomena El Niño saat ini akan berkembang menjadi episode yang sangat kuat atau "super" pada akhir tahun. UBS mencatat ada peluang 97% kondisi ini akan berlanjut hingga tahun depan. Dampaknya sudah terlihat di pasar, di mana pada 26 Agustus, harga gandum melonjak 6,6% dan jagung naik 2,7% ke level tertinggi dalam tiga tahun.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Emas Sebagai Aset Cadangan

Untuk emas, UBS meyakini logam mulia ini akan tetap ditopang oleh permintaan dari bank sentral dan upaya diversifikasi cadangan devisa. Dukungan ini diperkirakan akan bertahan meskipun prospek jangka pendeknya dinilai lebih menantang.

Konteks Pasar Energi

Analisis ini muncul di tengah volatilitas yang terus berlanjut di pasar energi. Harga gas alam Eropa, yang diukur dengan kontrak berjangka Dutch TTF, diperdagangkan di sekitar €65 per megawatt-hour pada 26 Agustus, mendekati level tertinggi dalam tiga tahun. Sementara itu, minyak mentah Brent diperdagangkan di dekat $87 per barel.

Menurut UBS, berita bahwa Iran dan Oman sedang menyelesaikan perjanjian mengenai Selat Hormuz diimbangi oleh prospek peningkatan sanksi dari Amerika Serikat, yang menambah ketidakpastian di pasar minyak.

Implikasi bagi Investor

Berdasarkan pandangannya, UBS merekomendasikan pendekatan yang terdiversifikasi, diseimbangkan kembali secara berkala, dan dikelola secara aktif untuk investasi komoditas. Bank tersebut mencatat bahwa sejak tahun 1999, komoditas telah menunjukkan korelasi sebesar 0,44 dengan ekuitas global, yang menyoroti perannya sebagai alat diversifikasi portofolio yang efektif.

Back to latest news

LATEST