Story
UBS Masukkan Kuaishou dan Meituan ke Daftar Fokus, Tambah Bobot Alibaba dan Ping An

Summary
UBS merevisi daftar fokus saham Tiongkok dengan menambahkan Kuaishou dan Meituan, serta meningkatkan bobot portofolio untuk Alibaba dan Ping An. Langkah ini mencerminkan pandangan konstruktif bank tersebut terhadap ekuitas Tiongkok, terutama di sektor teknologi yang didorong oleh AI.
UBS telah menambahkan Kuaishou Technology dan Meituan ke dalam Daftar Fokus Ekuitas Global Tiongkok (China Global Equity Focus List), sambil meningkatkan porsi portofolio pada saham-saham unggulan seperti Alibaba Group dan Ping An Insurance. Bank investasi ini menyatakan tetap memiliki pandangan yang konstruktif terhadap saham-saham Tiongkok di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan tren kebijakan yang suportif.
Perubahan Utama dalam Daftar Fokus
Dalam laporannya, UBS menginisiasi posisi pada Kuaishou dengan bobot portofolio 3%. Keputusan ini didasari oleh kemajuan perusahaan dalam bidang AI, khususnya model Kling AI yang dianggap sebagai pemimpin global dalam generasi teks-ke-video dan sebanding dengan Sora dari OpenAI. UBS meyakini perhatian investor akan semakin tertuju pada potensi AI Kuaishou.
Selain itu, UBS juga membuka posisi 2% pada Meituan. Analis bank tersebut berpendapat bahwa fase persaingan paling ketat dalam sektor pengiriman makanan di Tiongkok telah berlalu. Lingkungan persaingan yang lebih rasional diperkirakan akan mendukung pemulihan laba yang lebih stabil mulai kuartal kedua dan seterusnya.
Seiring dengan penambahan tersebut, UBS mengeluarkan tiga perusahaan dari daftar fokusnya:
- China Merchants Bank
- China Mobile
- Jiangsu Hengrui Pharmaceuticals
AdPeningkatan Bobot dan Prospek Pasar
UBS juga menyesuaikan bobot pada beberapa saham yang sudah ada dalam daftarnya. Pembobotan untuk Ping An Insurance dinaikkan sebesar 2 poin persentase, Alibaba sebesar 1 poin persentase, serta WuXi AppTec dan Xiaomi masing-masing sebesar 0,5 poin persentase.
Di sisi lain, UBS mengurangi eksposur pada China Construction Bank, Midea Group, Yum China, China Pacific Insurance, dan PICC Property & Casualty. Bank tersebut menegaskan pandangannya yang "menarik" pada ekuitas Tiongkok dan terus merekomendasikan saham teknologi karena pertumbuhan yang kuat didorong oleh AI, kepemimpinan inovasi, dan upaya lokalisasi chip yang sedang berlangsung.
UBS memproyeksikan imbal hasil di kisaran pertengahan belasan persen (mid-teens returns) untuk ekuitas Tiongkok hingga Juni 2027. Proyeksi ini didukung oleh perbaikan fundamental perusahaan, dukungan kebijakan pemerintah, dan potensi pertumbuhan jangka panjang dari kecerdasan buatan.