Story

Resep Testosteron untuk Wanita Melonjak, Namun Hadapi Penolakan di Apotek

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20262 min read
Resep Testosteron untuk Wanita Melonjak, Namun Hadapi Penolakan di Apotek

Summary

Penggunaan testosteron di luar label (off-label) oleh wanita untuk gejala menopause meningkat tajam, namun pasien menghadapi penolakan dan penundaan resep dari apotek besar karena tidak adanya produk yang disetujui FDA untuk wanita.

Text size
Background

Penggunaan terapi testosteron oleh wanita untuk mengatasi gejala menopause mengalami lonjakan signifikan, namun diiringi dengan penolakan dan penundaan resep yang tak terduga di tingkat apotek. Menurut data eksklusif dari firma analitik Truveta untuk Reuters, tingkat wanita yang menerima resep testosteron melonjak 146% dari Januari 2023 hingga Juli 2026.

Lonjakan Penggunaan dan Hambatan Regulasi

Saat ini, tidak ada produk testosteron yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS secara spesifik untuk wanita. Penggunaannya bersifat *off-label*, terutama untuk mengobati hasrat seksual rendah yang persisten terkait menopause—satu-satunya kondisi yang saat ini didukung oleh pedoman medis dan bukti efikasi.

Beberapa dokter juga meresepkannya untuk gejala lain seperti kelelahan dan hilangnya kekuatan otot, meskipun belum ada panduan medis untuk penggunaan tersebut. Dr. Stephanie Faubion, direktur Mayo Clinic’s Center for Women’s Health, menekankan bahwa belum ada bukti testosteron dapat meningkatkan massa otot, kepadatan tulang, atau suasana hati pada wanita. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap terapi hormon secara umum, yang sebagian didorong oleh media sosial.

Penolakan Apotek dan Implikasi Biaya

Karena tidak adanya produk yang dirancang untuk wanita, pasien sering kali harus membagi dosis dari produk yang ditujukan untuk pria, yang memiliki konsentrasi jauh lebih tinggi. Praktik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan apotek mengenai keamanan dan akurasi dosis.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sejumlah apotek besar dilaporkan menolak resep tersebut. Menurut laporan Reuters, praktisi kesehatan melaporkan penolakan dari Amazon Pharmacy, CVS, dan Walgreens. Amazon Pharmacy menyatakan kebijakannya adalah tidak mengeluarkan resep testosteron yang memerlukan penyesuaian dosis oleh pasien untuk memastikan keamanan dan kepatuhan. Akibatnya, pasien sering dirujuk ke apotek peracik, yang biayanya bisa jauh lebih mahal.

  • Biaya Apotek Peracik: Sekitar $100 untuk pasokan tiga bulan.
  • Biaya Apotek Komersial: Sekitar $30 untuk pasokan sepuluh bulan setelah diskon.
  • Asuransi: Sebagian besar perusahaan asuransi tidak menanggung biaya testosteron untuk wanita.

Prospek Pasar dan Pengembangan Produk

Kekosongan di pasar ini membuka peluang bagi perusahaan farmasi. Saat ini, lebih dari 30 uji klinis sedang atau akan berlangsung untuk mempelajari penggunaan testosteron pada wanita. Perusahaan seperti Marius Pharmaceuticals dan Aviva Bio sedang mengembangkan produk yang ditujukan untuk disfungsi seksual dan mengatasi risiko kesehatan terkait.

Produk yang saat ini digunakan secara *off-label* termasuk gel testosteron bermerek seperti AndroGel dari AbbVie. Para ahli berharap FDA akan memprioritaskan evaluasi produk testosteron yang dirancang khusus untuk wanita. Langkah ini akan memudahkan dokter untuk meresepkan dengan lebih percaya diri dan memungkinkan pasien mendapatkan akses ke dosis yang lebih aman dan terstandarisasi.

Back to latest news

LATEST