Story
Analis: Prospek Bitcoin Bergantung pada Kejelasan Strategi Baru dari Strategy (MSTR)

Ketidakpastian seputar perubahan pendekatan Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, terhadap cadangan aset digitalnya menciptakan gejolak jangka pendek untuk mata uang kripto tersebut. Namun, menurut analis Standard Chartered, komunikasi yang lebih jelas dari perusahaan akan menghilangkan sentimen negatif ini.
Dalam sebuah catatan kepada investor pada hari Jumat, bank investasi tersebut mempertahankan proyeksi harga Bitcoin pada $100.000 untuk akhir tahun 2026.
Pergeseran dari Mantra 'Tidak Akan Menjual'
Analis Geoff Kendrick dari Standard Chartered menyoroti bahwa Strategy (sebelumnya MicroStrategy), yang memegang 843.775 koin atau lebih dari 4% dari total pasokan Bitcoin, tampaknya beralih dari mantra "tidak akan pernah menjual Bitcoin" ke pendekatan yang lebih kompleks.
Pergeseran ini didorong oleh metrik mNAV perusahaan—nilai perusahaan dibagi dengan kepemilikan Bitcoin—yang telah turun menjadi sekitar 1,0. Level ini membuat model lama perusahaan, yaitu menerbitkan saham untuk membeli lebih banyak Bitcoin, menjadi kurang efektif.
Fokus Baru pada Saham Preferen
AdMenurut Standard Chartered, Strategy kini "beralih untuk memegang Bitcoin sebagai jaminan bagi saham preferennya," yang dikenal dengan ticker STRC. Produk ini pada dasarnya berfungsi sebagai produk kredit. Kendrick mencatat bahwa STRC, dengan nilai nosional beredar sekitar $10 miliar, "memiliki jaminan yang sangat berlebih (*heavily over-collateralised*)" dan seharusnya dapat kembali diperdagangkan di level $100 dari posisinya saat ini di sekitar $90.
Kunci Komunikasi untuk Menjaga Stabilitas
Kendrick menekankan bahwa komunikasi yang efektif mengenai pendekatan baru Strategy "adalah kunci untuk meyakinkan pasar bahwa penjualan massal tidak mungkin terjadi." Ia menambahkan bahwa jika sinyal ini terbukti efektif, hal itu akan menghilangkan kebutuhan bagi Strategy (MSTR) untuk benar-benar menjual kepemilikan BTC-nya.
Standard Chartered memandang pelemahan harga Bitcoin baru-baru ini lebih sebagai "gejolak (*noise*)" daripada sinyal perubahan arah jangka menengah. Bank tersebut tetap teguh pada prediksinya, meyakini bahwa kejelasan dari Strategy akan memulihkan kepercayaan dan mendukung prospek harga Bitcoin dalam jangka panjang.