Story

Standard Charter Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Inflasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 15, 20261 min read
Standard Charter Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Inflasi
Text size
Background

Standard Charter memproyeksikan Federal Open Market Committee (FOMC) akan mempertahankan suku bunga kebijakannya dalam pertemuan 16 September mendatang. Bank tersebut berpendapat bahwa kenaikan suku bunga akan menjadi pilihan yang salah mengingat kondisi ekonomi saat ini yang diwarnai ketidakpastian data inflasi.

Alasan di Balik Proyeksi

Menurut analisis Standard Charter, data inflasi inti saat ini kemungkinan besar dilebih-lebihkan (*overestimated*). Hal ini disebabkan oleh dampak kenaikan tarif impor yang mendorong inflasi Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) inti. Bank tersebut juga mencatat bahwa revisi data PDB komprehensif dari Departemen Perdagangan AS diperkirakan akan sedikit menurunkan estimasi inflasi baru-baru ini.

Atas dasar itu, Standard Charter menyarankan The Fed sebaiknya menunggu hingga ketidakpastian dari tarif dan revisi data mereda sebelum memutuskan perlunya kenaikan suku bunga. Bank tersebut memperingatkan bahwa membatalkan kenaikan suku bunga yang prematur dapat merusak kredibilitas bank sentral.

Ekspektasi Pasar dan Potensi Dampak

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sikap Standard Charter ini kontras dengan ekspektasi pasar. Kontrak berjangka Fed funds saat ini memprediksi probabilitas sebesar 88% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin. Pasar telah memperhitungkan kenaikan total 74 basis poin hingga Maret, menyusul komentar Ketua The Fed, Warsh, di Jackson Hole mengenai perlunya keyakinan bahwa inflasi bergerak menuju target.

Standard Charter menguraikan dua skenario dampak pasar yang berbeda:

  • Jika The Fed menahan suku bunga: Keputusan ini dapat menekan kurva imbal hasil Treasury AS tenor panjang dan nilai tukar dolar. Hal ini juga berisiko menghidupkan kembali keraguan terhadap komitmen Ketua Warsh dalam memerangi inflasi.
  • Jika The Fed menaikkan suku bunga: Langkah yang sejalan dengan ekspektasi pasar ini dapat meningkatkan kredibilitas Warsh, serta menstabilkan imbal hasil obligasi tenor panjang dan dolar AS.
Back to latest news

LATEST