Story

Saham Perangkat Lunak Melemah Usai Starbucks Kembangkan AI Internal Pengganti Vendor

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 9, 20262 min read
Saham Perangkat Lunak Melemah Usai Starbucks Kembangkan AI Internal Pengganti Vendor

Summary

Saham IBM, ServiceNow, dan Salesforce turun setelah Starbucks dilaporkan membangun alat AI sendiri untuk menggantikan perangkat lunak dari vendor eksternal, sebagai bagian dari upaya pemangkasan biaya besar-besaran.

Text size
Background

Saham-saham perusahaan perangkat lunak terkemuka seperti IBM, ServiceNow, dan Salesforce mengalami tekanan jual setelah muncul laporan bahwa Starbucks sedang mengembangkan perangkat lunak internal berbasis kecerdasan buatan (AI). Langkah ini bertujuan untuk menggantikan aplikasi yang saat ini dibeli dari vendor eksternal, memicu kekhawatiran investor akan potensi hilangnya pendapatan bagi para raksasa teknologi tersebut.

Dampak Pasar Langsung

Berita ini secara langsung membebani saham perusahaan perangkat lunak dalam perdagangan pra-pasar. Menurut laporan Investing.com, saham IBM turun 3%, ServiceNow anjlok 3,5%, dan Salesforce merosot 4%.

Reaksi pasar ini menyoroti kekhawatiran bahwa jika perusahaan besar seperti Starbucks berhasil menciptakan solusi internal yang efektif, tren ini dapat diikuti oleh perusahaan lain. Hal ini berpotensi menggerus basis pelanggan dan aliran pendapatan berulang yang menjadi andalan model bisnis perusahaan *software-as-a-service* (SaaS).

Strategi Efisiensi Biaya Starbucks

Inisiatif Starbucks ini merupakan bagian dari upaya efisiensi yang lebih luas untuk memangkas biaya sebesar $2 miliar. Menurut laporan Bloomberg yang mengutip presentasi internal, raksasa kopi tersebut menghabiskan sekitar $400 juta per tahun untuk perangkat lunak.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Chief Technology Officer Starbucks, Anand Varadarajan, menyatakan dalam sebuah pertemuan internal bahwa ada "peluang yang jelas untuk mengurangi pengeluaran dalam perangkat lunak." Tim teknologi perusahaan dilaporkan sedang dalam jalur untuk memotong anggarannya sekitar $30 juta pada tahun fiskal ini, dengan sekitar $10 juta berasal dari penghematan belanja perangkat lunak.

Konteks dan Target Aplikasi

Starbucks dilaporkan sedang membangun alternatif untuk beberapa sistem yang ada, termasuk:

  • Sistem pelacakan inventaris dari Microsoft.
  • Alat manajemen pemeliharaan dari IBM.
  • Sistem *point-of-sale* (POS) untuk menggantikan Oracle Simphony, sebuah proyek yang telah berjalan selama beberapa tahun.

Beberapa perangkat lunak yang dikembangkan secara internal ini dapat diluncurkan pada akhir tahun depan, tergantung pada hasil pengujian. Perkembangan ini menambah kekhawatiran yang ada di sektor perangkat lunak mengenai meningkatnya persaingan dari produk berbasis AI yang dikembangkan oleh pelanggan mereka sendiri, sebuah tren yang telah menekan valuasi saham di sektor ini sepanjang tahun.

Back to latest news

LATEST