Story

Biaya Pengalihan Rute Tanker Minyak Arab Saudi: Tambahan Waktu Sebulan dan Ongkos $2,5 Juta

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 24, 20262 min read
Biaya Pengalihan Rute Tanker Minyak Arab Saudi: Tambahan Waktu Sebulan dan Ongkos $2,5 Juta

Summary

Gangguan di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb memaksa tanker minyak Arab Saudi mengambil rute yang lebih panjang mengelilingi Afrika, menambah waktu perjalanan sekitar satu bulan dan biaya logistik lebih dari $2,5 juta per kapal.

Text size
Background

Gangguan pada dua rute ekspor minyak utama, Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, oleh Iran dan milisi Houthi yang bersekutu dengannya telah memaksa Arab Saudi untuk mengubah jalur pengiriman. Kini, kerajaan tersebut harus mengandalkan Terusan Suez di Mesir sebagai jalan keluar utama, sebuah strategi yang membawa konsekuensi signifikan terhadap waktu dan biaya untuk mencapai pasar utamanya di Asia.

Rute Alternatif yang Mahal

Untuk mengirimkan minyak ke para pembeli utamanya di Asia, kapal tanker yang keluar dari Terusan Suez harus menempuh perjalanan memutari seluruh benua Afrika. Rute ini secara drastis memperpanjang waktu perjalanan dibandingkan dengan jalur normal melalui Bab el-Mandeb.

Berdasarkan data pengiriman dari Kpler dan LSEG, perjalanan dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah Arab Saudi ke Taiwan biasanya memakan waktu 19 hari. Namun, rute baru melalui Suez, Mediterania, Gibraltar, lalu mengelilingi Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) membutuhkan waktu hingga 48 hari, atau menambah durasi perjalanan sekitar satu bulan.

Lonjakan Biaya Logistik

Perpanjangan waktu pelayaran ini berdampak langsung pada biaya operasional. Menurut perhitungan Reuters yang menggunakan data LSEG, biaya logistik untuk setiap kapal tanker melonjak secara signifikan.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Biaya Bahan Bakar: Naik lebih dari dua kali lipat dari $1,26 juta menjadi sekitar $2,87 juta.
  • Tarif Terusan Suez: Menambah biaya sebesar $1 juta per kapal.

Secara total, pengalihan rute ini menambah biaya sekitar $2,5 juta untuk setiap perjalanan kapal tanker. Lonjakan biaya ini dapat memengaruhi margin keuntungan dan harga akhir minyak mentah di pasar tujuan.

Tantangan Operasional dan Solusi

Selain biaya, terdapat tantangan logistik. Menurut firma riset Energy Aspects, kapal tanker berukuran besar harus melintasi Terusan Suez dengan muatan setengah penuh karena batasan kedalaman, dan baru mengisi muatan penuh di Mediterania. Untuk mengatasi ini, Arab Saudi dapat memanfaatkan jalur pipa Sumed, yang menghubungkan terminal Ain Sokhna di Laut Merah dengan Sidi Kerir di Mediterania, untuk memindahkan sebagian minyak dan memuatnya kembali ke tanker.

Jalur pipa sepanjang 320 km ini memiliki kapasitas hingga 2,5 juta barel per hari, dari total ekspor Arab Saudi yang mencapai 7 juta barel per hari. Langkah ini merupakan eskalasi dari strategi sebelumnya, di mana Arab Saudi telah mengalihkan sebagian besar ekspornya dari Teluk ke Laut Merah pada bulan Februari akibat gangguan di Selat Hormuz.

Back to latest news

LATEST