Story
Bernstein: Potensi Pendapatan Ryanair Dinilai Terlalu Rendah oleh Pasar

Summary
Perusahaan pialang Bernstein menyebut maskapai berbiaya rendah Ryanair sebagai pilihan utamanya di sektor transportasi Eropa untuk kuartal ketiga, dengan alasan bahwa pasar meremehkan potensi pendapatan jangka panjang maskapai tersebut.
Perusahaan pialang Bernstein telah menobatkan maskapai penerbangan ultra-murah asal Irlandia, Ryanair, sebagai pilihan utama di sektor transportasi Eropa untuk kuartal ketiga. Menurut Bernstein, pasar saat ini meremehkan potensi pendapatan jangka panjang maskapai tersebut, meskipun ada tekanan bahan bakar yang mereda, kapasitas industri yang terbatas, dan keunggulan biaya yang berkelanjutan.
Bernstein menegaskan kembali peringkat "outperform" untuk Ryanair dan menaikkan target harganya menjadi €32,50 dari €32. Pialang tersebut meyakini bahwa Ryanair berada di posisi unik untuk mendapatkan keuntungan dari pasar penerbangan Eropa yang terkendala pasokan. Basis biaya terdepan di industri, neraca kas bersih, dan penempatan kapasitas yang disiplin diharapkan dapat mendukung ekspansi margin dan pertumbuhan pendapatan seiring normalisasi biaya bahan bakar.
Dalam analisisnya, Bernstein memperkirakan jumlah penumpang Ryanair akan meningkat menuju 250 juta pada akhir dekade ini. Pertumbuhan ini diproyeksikan akan mendorong laba per saham (EPS) di atas €3. Selain itu, program pembelian kembali saham (buyback) yang sedang berlangsung dinilai memberikan dorongan tambahan bagi nilai saham.
AdBernstein berpendapat bahwa harga saham saat ini menyiratkan laba bersih per penumpang kurang dari €10, angka yang dianggap jauh di bawah potensi yang dapat dicapai. Hal ini didasarkan pada permintaan perjalanan yang tangguh, ketersediaan pesawat yang terbatas di seluruh Eropa, dan kemampuan Ryanair untuk merebut pangsa pasar selama periode penurunan industri.
Meskipun demikian, terdapat beberapa risiko utama yang perlu diwaspadai, termasuk kenaikan harga bahan bakar, pelemahan tarif tiket, dan kondisi makroekonomi yang melunak. Namun, Bernstein menyimpulkan bahwa valuasi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan pendapatan struktural yang dimiliki oleh Ryanair.