Story
Saham Moderna Meroket 101%, tapi Wall Street Sinyalkan Potensi Kenaikan Terbatas

Summary
Saham Moderna (MRNA) telah melonjak lebih dari 100% sepanjang tahun ini, namun mayoritas analis Wall Street mempertahankan peringkat 'Tahan', mengindikasikan bahwa potensi kenaikan yang mudah kemungkinan telah berlalu.
Saham Moderna (MRNA) telah mencatatkan kinerja luar biasa dengan lonjakan +101,7% sepanjang tahun ini (YTD) ke level $60,28. Meskipun demikian, Wall Street menunjukkan sikap hati-hati, dengan mayoritas analis memberikan peringkat "Tahan" (Hold) dan menyiratkan bahwa fase keuntungan yang mudah mungkin telah berakhir.
Sikap Analis yang Terbelah
Konsensus di kalangan analis menunjukkan perpecahan yang dalam mengenai prospek Moderna. Menurut data Investing.com, dari total analis yang mengamati saham ini, terdapat:
- 17 peringkat "Tahan" (Hold)
- 3 peringkat "Beli" (Buy)
- 3 peringkat "Jual" (Sell)
Kesenjangan yang lebar antara target harga paling optimistis di $77 (Piper Sandler) dan paling pesimistis di $25 (Wolfe Research, Barclays) menegaskan bahwa MRNA adalah saham medan pertempuran dengan keyakinan tinggi di kedua sisi. Menariknya, beberapa perusahaan seperti Goldman Sachs dan Wolfe Research menaikkan target harga mereka baru-baru ini, namun tidak mengubah peringkat netral atau pesimistis mereka. Goldman Sachs menaikkan target ke $67—di atas harga saat ini—tetapi mempertahankan peringkat "Netral".
Pendorong Optimisme vs. Risiko Penurunan
AdSentimen positif sebagian besar didorong oleh momentum dalam jalur pipa onkologi (kanker) perusahaan. Moderna baru-baru ini memberikan dosis kepada pasien pertama dalam uji coba Fase 1 untuk mRNA-4200, terapi antigen kanker ketiganya. Katalis utama yang dinanti pasar adalah data interim Fase 3 untuk vaksin melanoma mRNA-4157, yang diperkirakan rilis pada akhir 2026 dan dianggap sebagai peristiwa biner yang akan sangat menentukan arah saham.
Namun, sejumlah risiko membayangi prospek perusahaan. Moderna menghadapi tantangan *cash burn* atau pembakaran kas yang signifikan, dengan proyeksi kerugian per saham (EPS) sebesar –$7,95 pada tahun 2026 dan –$6,25 pada tahun 2027. Selain itu, perusahaan juga menghadapi masalah hukum, termasuk penyelesaian sengketa paten senilai $178 juta dengan Arbutus dan gugatan baru dari CureVac.
Prospek ke Depan
Dengan kenaikan saham yang telah melampaui 100% YTD, pesan dari Wall Street cukup jelas: keuntungan yang mudah telah didapat. Prospek selanjutnya sangat bergantung pada hasil uji klinis. Data Fase 3 vaksin melanoma pada akhir 2026 akan menjadi momen krusial; hasil positif dapat memvalidasi seluruh platform onkologi mRNA Moderna, sementara kegagalan dapat menghapus sebagian besar kenaikan yang terjadi tahun ini. Nilai Wajar (Fair Value) dari InvestingPro yang berada di $55,06 juga mengindikasikan bahwa valuasi saham saat ini mungkin sedikit lebih tinggi dari fundamentalnya.