Story
Induk Usaha Men's Wearhouse, Tailored Brands, Ajukan IPO Setelah Bangkrut pada 2020

Tailored Brands Inc., pemilik gerai ritel pakaian pria Men's Wearhouse, telah secara resmi mengajukan dokumen untuk penawaran umum perdana (IPO), sebuah langkah signifikan untuk kembali ke bursa saham setelah keluar dari kebangkrutan pada tahun 2020.
Detail Pengajuan IPO
Berdasarkan pengajuan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada hari Jumat, perusahaan yang berbasis di Houston, Texas ini berencana untuk melantai di Nasdaq Global Select Market dengan simbol ticker MENW. Langkah ini menyusul pengajuan rahasia yang telah dilakukan perusahaan pada akhir April lalu.
Proses IPO ini akan dipimpin oleh sejumlah bank investasi terkemuka, termasuk Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, dan Jefferies Financial Group Inc. sebagai penjamin emisi utama. Setelah IPO, hedge fund yang berfokus pada kredit, Silver Point Capital, diperkirakan akan tetap mempertahankan kendali suara di perusahaan.
Kinerja Keuangan dan Latar Belakang
Dalam prospektusnya, Tailored Brands melaporkan pendapatan sebesar $681,8 juta dengan laba bersih $44,9 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 2 Mei. Angka ini menunjukkan perubahan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan mencatatkan pendapatan $644,4 juta dan laba bersih $50,7 juta.
AdPerusahaan ini sebelumnya mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 pada Agustus 2020. Permintaan setelan bisnis yang menurun drastis akibat kebijakan kerja dari rumah selama pandemi menjadi pemicu utamanya. Tailored Brands berhasil keluar dari kebangkrutan pada akhir 2020 setelah merestrukturisasi dan menghilangkan utang sebesar $686 juta.
Konteks Pasar dan Perubahan Manajemen
Langkah Tailored Brands untuk go public sejalan dengan tren aktivitas IPO di kalangan perusahaan yang berfokus pada konsumen. Menjelang penawaran ini, perusahaan juga telah melakukan perombakan di jajaran manajemen puncaknya.
Pada bulan November, Tailored Brands menunjuk Mike Baughn, mantan CFO Footlocker Inc., sebagai Chief Financial Officer. Perusahaan juga mempromosikan Karla Gray, seorang mantan eksekutif Nike Inc., menjadi Chief Operating Officer. Langkah-langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memperkuat tim kepemimpinan dalam menyambut statusnya sebagai perusahaan publik.