Story

JPMorgan: Aksi Jual Akibat Konflik Iran Merupakan Peluang Beli

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
JPMorgan: Aksi Jual Akibat Konflik Iran Merupakan Peluang Beli
Text size
Background

JPMorgan menyarankan investor untuk terus membeli saham saat terjadi pelemahan pasar (buy the dip) yang dipicu oleh konflik Iran. Para ahli strategi bank tersebut meyakini bahwa laba korporasi yang tangguh akan terus mendukung pasar hingga paruh kedua tahun ini.

Prospek Laba Tetap Kuat

Dalam sebuah catatan pada hari Senin, tim ahli strategi yang dipimpin oleh Mislav Matejka menyatakan bahwa pandangan optimistis mereka untuk tahun 2026 didasarkan pada prospek laba yang kuat. Pandangan ini kontras dengan banyak pihak yang menganggap ekspektasi konsensus di awal tahun terlalu tinggi.

"Meskipun terdapat ketidakpastian geopolitik baru pada kuartal kedua, merupakan hal yang menggembirakan bahwa proyeksi EPS 2026 terus bergerak lebih tinggi," tulis para ahli strategi tersebut. Mereka menambahkan bahwa tren ini terlihat di semua wilayah dan tidak hanya terkonsentrasi pada sektor Teknologi Informasi dan Energi.

Risiko Geopolitik dan Proyeksi Kinerja

JPMorgan merekomendasikan untuk terus memanfaatkan penurunan pasar yang didorong oleh konflik Iran sebagai peluang untuk menambah posisi. "Konflik Iran kembali memanas, tetapi kami pikir investor harus terus menggunakan penurunan yang didorong oleh ini untuk menambah [posisi], sikap yang sama yang kami miliki sejak paruh kedua bulan Maret," lanjut mereka.

Tim tersebut mencatat bahwa pasar menjadi semakin mahir dalam menilai risiko geopolitik sebagai sesuatu yang bersifat sementara, mengingat adanya insentif kuat di kedua belah pihak untuk melakukan de-eskalasi. Proyeksi pertumbuhan laba konsensus untuk kuartal kedua terlihat tinggi, sekitar 22% secara tahunan di AS dan 12% di zona euro. Namun, JPMorgan tidak melihat revisi ke atas yang berkelanjutan sebagai pertanda buruk, melainkan sebagai sinyal positif.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sebagai acuan yang lebih realistis, proyeksi pertumbuhan median Laba per Saham (EPS) berada di angka 8% untuk kedua wilayah, yang disebut oleh para ahli strategi sebagai "sangat dapat dicapai."

Sinyal Positif Ekonomi dan Prospek Sektoral

JPMorgan juga menunjuk beberapa faktor yang mendukung potensi kenaikan laba lebih lanjut, terutama untuk sektor-sektor siklikal. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Perbaikan data aktivitas ekonomi.
  • Kenaikan indikator utama OECD.
  • Kejutan data ekonomi zona euro yang bergerak ke wilayah positif.
  • Pertumbuhan kredit zona euro yang terus membaik.
  • Klaim pengangguran AS yang tetap tangguh.

Di tingkat sektoral, para ahli strategi memperkirakan sektor Perbankan akan memberikan hasil yang meyakinkan. Sektor Semikonduktor dinilai berada dalam posisi untuk pulih seiring naiknya revisi laba, meskipun harga sahamnya sempat melemah. Sebaliknya, sektor Energi tidak lagi menawarkan valuasi yang cukup sebagai bantalan terhadap fluktuasi harga minyak.

JPMorgan juga mengamati adanya pelebaran kepemimpinan pasar di luar saham-saham berkapitalisasi besar (mega-cap), yang diperkirakan akan terus berlanjut. Bank tersebut mengantisipasi adanya periode volatilitas, namun tidak memperkirakan akan terjadi aksi jual yang berkepanjangan.

Back to latest news

LATEST