Story

Intervensi Gabungan AS-Jepang Jadi Titik Balik, USD/JPY Diprediksi Menuju 125

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 14, 20262 min read
Intervensi Gabungan AS-Jepang Jadi Titik Balik, USD/JPY Diprediksi Menuju 125

Summary

Intervensi bersama yang langka oleh Amerika Serikat dan Jepang untuk menopang yen dipandang sebagai titik balik potensial, dengan sejumlah analis memprediksi bahwa nilai tukar dolar terhadap yen telah mencapai puncaknya dan berpotensi menguat dalam jangka panjang.

Text size
Background

Intervensi gabungan yang langka oleh Amerika Serikat dan Jepang di pasar valuta asing telah mengubah ekspektasi pasar terhadap prospek jangka panjang yen. Lembaga manajemen aset Eurizon SLJ Capital menyatakan bahwa aksi bersama ini dapat menjadi "titik balik", dengan nilai tukar dolar AS terhadap yen (USD/JPY) kemungkinan besar telah mencapai puncaknya.

Detail Intervensi dan Dampak Pasar

Langkah ini menandai pertama kalinya AS dan Jepang melakukan intervensi bersama untuk membeli yen sejak tahun 1998, sebuah upaya untuk membalikkan tren pelemahan mata uang Jepang yang berkelanjutan. Sebelumnya, pelemahan yen telah mendorong kurs USD/JPY mendekati level 164, level terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Setelah intervensi diumumkan, yen sempat menguat secara signifikan. Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) per 4 Agustus menunjukkan bahwa *hedge fund* telah mengurangi posisi jual (*short position*) yang bertaruh pada pelemahan yen lebih lanjut. Meskipun sebagian penguatan tersebut telah terkikis dengan kurs USD/JPY kembali ke sekitar 159,30, level tersebut masih berada di bawah puncak yang dicapai bulan lalu.

Latar Belakang dan Motivasi Ganda

Pelemahan yen selama ini didorong oleh diferensial suku bunga yang lebar antara AS, yang memiliki suku bunga lebih tinggi, dan Jepang. Hal ini menarik investor Jepang untuk mengalokasikan dana ke aset luar negeri, sehingga menciptakan tekanan jual terhadap yen.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Partisipasi AS dalam intervensi ini diyakini memiliki motivasi ganda. Selain menunjukkan dukungan kepada Jepang, seperti yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan AS Bessent, sebagian analis Wall Street berpendapat AS juga berkepentingan untuk menstabilkan pasar obligasinya sendiri. Jika yen terus melemah secara drastis, Jepang mungkin perlu menjual sebagian besar kepemilikan surat utang negara AS (US Treasury) untuk mendanai intervensi, sebuah langkah yang dapat menaikkan imbal hasil obligasi AS.

Prospek Jangka Panjang Yen

Eurizon SLJ Capital memproyeksikan pandangan yang lebih optimistis untuk yen dalam jangka menengah hingga panjang, dengan target nilai tukar dapat mencapai level 125 per dolar AS. Meskipun tidak ada kerangka waktu spesifik yang diberikan, target ini menyiratkan potensi penguatan lebih dari 20% dari level saat ini.

Menurut CEO Eurizon, Stephen Jen, dan ekonom Joana Freire, sinyal terpenting dari intervensi ini adalah komitmen kuat dari kedua negara untuk menekan kurs USD/JPY. Mereka berpendapat bahwa pasar telah lama membutuhkan penyesuaian ekspektasi terhadap yen. Kendati demikian, faktor fundamental seperti perbedaan kebijakan moneter dan aliran modal akan tetap menjadi penentu utama pergerakan kurs ke depan.

Back to latest news

LATEST