Story

Lalu Lintas Kapal Terkait Iran di Selat Hormuz Melonjak Jelang Blokade AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
Lalu Lintas Kapal Terkait Iran di Selat Hormuz Melonjak Jelang Blokade AS

Summary

Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagian besar terkait dengan perdagangan Iran, meningkat tajam pada hari Selasa, tepat sebelum blokade laut yang diberlakukan AS mulai efektif.

Text size
Background

Jumlah kapal yang transit melalui Selat Hormuz yang strategis meningkat pada hari Selasa, didominasi oleh kapal-kapal yang terkait dengan perdagangan Iran. Lonjakan ini terjadi tepat sebelum blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap semua pelabuhan Iran mulai berlaku pada hari Rabu, menurut data pelayaran.

Rincian Lalu Lintas Kapal

Data pelacakan kapal dari Kpler menunjukkan bahwa dari 11 kapal yang melewati selat tersebut pada hari Selasa, sembilan di antaranya berlayar melalui rute Iran. Aktivitas ini mencerminkan upaya untuk menyelesaikan pengiriman sebelum pembatasan baru diberlakukan.

Detail pergerakan kapal pada hari Selasa meliputi:

  • Masuk ke Teluk (kosong): Satu kapal tanker ukuran Aframax dan dua kapal tanker minyak mentah raksasa (VLCC).
  • Keluar dari Teluk (bermuatan ekspor Iran): Satu VLCC yang membawa 2 juta barel minyak mentah, satu tanker *medium-range* dengan produk olahan, dua tanker gas minyak cair (LPG), satu tanker metanol, dan satu kapal curah kering yang membawa bijih besi.

Menurut data yang sama, tidak ada entri atau keluar yang terlihat untuk kapal tanker yang akan memuat minyak dan gas dari produsen Teluk lainnya pada hari Selasa. Hal ini menunjukkan perlambatan aktivitas pengiriman non-Iran di tengah meningkatnya risiko.

Eskalasi Konflik dan Dampak Pasar

Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah blokade ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik antara AS dan Iran, yang telah menyebabkan perlambatan tajam dalam pengiriman melalui Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global sebelum konflik meningkat pada bulan Februari.

Ketegangan geopolitik telah berdampak langsung pada pasar energi. Serangan terhadap supertanker Emirat telah memperkuat harga spot minyak mentah Timur Tengah. Harga untuk pengiriman segera kini lebih tinggi daripada bulan-bulan mendatang, sebuah kondisi yang dikenal sebagai *backwardation*, yang mengindikasikan persepsi pasar terhadap ketatnya pasokan.

Prospek Pemulihan yang Lambat

Analis memperkirakan bahwa pemulihan arus lalu lintas di Teluk akan berjalan lambat. Dalam sebuah catatan pada hari Rabu, Goldman Sachs menyatakan, "Fase pemulihan arus Teluk berikutnya bisa lebih lambat dari fase awal bahkan setelah de-eskalasi geopolitik."

Para analis tersebut menunjuk pada penurunan tajam dalam arus melalui rute Oman dan internasional setelah serangan tanker baru-baru ini. Menurut mereka, hal ini menunjukkan bahwa "para pengirim yang menggunakan jalur Hormuz non-Iran tetap menghindari risiko."

Back to latest news

LATEST