Story

UNCTAD: Gangguan di Selat Hormuz Ancam Usaha Kecil Keluar dari Rantai Pasok Global

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20262 min read
UNCTAD: Gangguan di Selat Hormuz Ancam Usaha Kecil Keluar dari Rantai Pasok Global

Summary

Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memperingatkan bahwa gangguan pengiriman di Selat Hormuz dapat mendorong usaha kecil dan menengah keluar dari rantai pasok global, sehingga meningkatkan konsentrasi ekonomi dan melemahkan ketahanan perdagangan internasional.

Text size
Background

Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) pada hari Selasa memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz dapat mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) keluar dari rantai pasok global, sebuah perkembangan yang berisiko meningkatkan konsentrasi ekonomi dan melemahkan ketahanan perdagangan internasional.

Beban Berat bagi UKM

Menurut laporan UNCTAD, kenaikan tagihan energi, tarif angkutan, premi asuransi, dan kendala pembiayaan akibat konflik AS-Iran memberikan beban yang lebih berat bagi UKM dibandingkan perusahaan besar. Perusahaan besar memiliki kemampuan untuk mendiversifikasi pemasok, pasar, dan sumber pendanaan, sebuah kemewahan yang tidak dimiliki oleh banyak perusahaan kecil.

UNCTAD memperingatkan risiko "efek eksklusi UKM", di mana perusahaan-perusahaan kecil dapat terpaksa mengurangi produksi, menunda investasi, atau bahkan keluar sepenuhnya dari rantai nilai, bahkan jika volume perdagangan secara keseluruhan akhirnya membaik.

  • Kenaikan Biaya: UKM sangat terpukul oleh kenaikan biaya operasional seperti listrik dan kepatuhan impor.
  • Kutipan: "Risikonya bukan hanya perdagangan melambat secara global. Risikonya adalah perusahaan-perusahaan kecil benar-benar dapat terdorong keluar dari rantai nilai, bahkan ketika perdagangan secara keseluruhan mulai pulih," kata juru bicara UNCTAD, Marcelo Risi.

Konteks Pasar dan Geopolitik

Sample IUX Markets – In-articleAd

Selama berbulan-bulan, pasar telah diguncang oleh konflik di Timur Tengah yang menyebabkan gangguan besar pada pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur air strategis antara Iran dan Oman. Jalur ini merupakan rute bagi sebagian besar perdagangan minyak global.

Setelah sempat tenang pada bulan Agustus, pertempuran di Teluk kembali terjadi, dengan Iran dan AS saling melepaskan tembakan. Hal ini mendorong harga minyak global kembali ke level yang tidak terlihat sejak Juli. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2% pada hari Selasa, di atas $99 per barel.

Implikasi Ekonomi yang Lebih Luas

Gangguan terhadap UKM memiliki implikasi yang signifikan bagi perekonomian global. Menurut laporan tersebut, UKM menyumbang sekitar 90% dari total bisnis global, 70% dari lapangan kerja, dan 50% dari PDB dunia. Oleh karena itu, gangguan ini berisiko menimbulkan efek rambatan yang jauh melampaui jalur pelayaran.

UNCTAD mencatat bahwa guncangan baru-baru ini telah tercermin dalam harga minyak mentah yang lebih tinggi, volume transit pengiriman yang lebih rendah, dan kenaikan biaya pinjaman, yang semuanya sangat membebani UKM.

Back to latest news

LATEST