Story
Analis WGC: Reli Emas Didorong Permintaan Investasi, Bukan Hanya Kebijakan Treasury

Summary
Reli emas pada bulan Agustus yang mendekati level $4.700 per ons utamanya didorong oleh derasnya arus masuk investasi, terutama melalui ETF, bukan sekadar dipicu oleh kebijakan pembelian kembali obligasi Treasury AS, menurut World Gold Council.
Kenaikan tajam harga emas pada bulan Agustus utamanya didorong oleh arus dana investasi yang kuat, bukan oleh satu katalis tunggal seperti kebijakan terbaru Departemen Keuangan AS, menurut seorang analis dari World Gold Council. Faktor ini menunjukkan bahwa fundamental permintaan investor menjadi penopang utama reli komoditas tersebut.
Permintaan Investasi Jadi Motor Utama
Menurut Krishan Gopaul, analis senior EMEA di World Gold Council, lonjakan harga emas spot yang mendekati $4.700 per ons pada Agustus—level tertinggi sejak pertengahan Mei—lebih didorong oleh permintaan investasi daripada faktor lainnya. Hal ini tercermin dari data arus masuk dana ke produk investasi emas.
Data menunjukkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis emas fisik secara global mencatat arus masuk bersih (net inflows) sebesar $3 miliar pada bulan Juli, membalikkan tren arus keluar selama dua bulan berturut-turut. Tren ini berlanjut dan menguat secara signifikan pada bulan Agustus dengan total arus masuk mencapai $17 miliar.
"Fase terakhir dari reli ini tampaknya dipimpin terutama oleh permintaan investasi, khususnya dari posisi berjangka dan arus masuk ETF berbasis emas," kata Gopaul. Ia menambahkan bahwa permintaan fisik dari konsumen ritel kemungkinan memberikan dukungan marjinal, namun bukan sebagai penggerak utama.
Peran Kebijakan Treasury dan Bank Sentral
Keputusan Departemen Keuangan AS untuk memperluas program pembelian kembali obligasi (bond buybacks) yang diumumkan pada akhir Agustus memang berpengaruh, namun Gopaul berpendapat kebijakan itu lebih berfungsi sebagai akselerator tren yang sudah ada. Pengumuman tersebut datang di tengah kekhawatiran global mengenai tumpukan utang, baik di AS maupun negara lain.
Sementara itu, pembelian oleh bank sentral dianggap sebagai pilar fundamental yang penting bagi pasar, tetapi bukan pemicu langsung reli yang terjadi selama beberapa minggu terakhir. Gopaul memperkirakan pembelian oleh sektor resmi akan tetap kuat tahun ini, meskipun di bawah level rekor pada tahun 2025.
AdProspek dan Potensi Risiko
Ke depan, Gopaul menilai kondisi pasar tetap mendukung harga emas, namun investor perlu mewaspadai ketidakpastian dan volatilitas yang kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun. Beberapa faktor dapat menjadi pendorong maupun penghambat bagi pergerakan emas.
Faktor-faktor yang dapat menekan harga emas (headwinds) antara lain:
- Kenaikan kembali imbal hasil riil (real yields) obligasi jangka panjang.
- Penguatan nilai tukar dolar AS.
- Kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat (hawkish) dari perkiraan.
Sebaliknya, faktor yang dapat mendukung harga emas (tailwinds) adalah:
- Pelemahan lebih lanjut pada dolar AS.
- Tekanan turun yang baru pada imbal hasil riil.
- Arus masuk ke ETF yang terus berlanjut.
- Eskalasi risiko fiskal dan geopolitik.