Story
Goldman Sachs: Pasar Obligasi Jadi Pembatas Laju Kenaikan Saham

Kenaikan lebih lanjut di pasar saham kemungkinan besar akan membutuhkan suku bunga yang lebih rendah, bukan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, menurut catatan terbaru dari Goldman Sachs. Bank investasi tersebut memandang pasar obligasi, di mana imbal hasil terus meningkat, sebagai "pembatas kecepatan" utama untuk ekuitas saat ini.
Analisis Goldman Sachs
Menurut analis Christian Mueller-Glissmann, meskipun Goldman Sachs mempertahankan posisi *overweight* pada saham untuk prospek 12 bulan, mereka merekomendasikan pendekatan yang lebih defensif dalam jangka pendek. Stres lebih terlihat di pasar obligasi daripada di pasar ekuitas, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun terus menanjak.
Tekanan pada obligasi jangka panjang ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk:
- Kekhawatiran fiskal.
- Persaingan untuk mendapatkan modal dari investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
- Inflasi yang persisten, yang membatasi kemampuan bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Konteks Pasar dan Data Ekonomi
AdPasar saham AS diperdagangkan lebih rendah pada hari Jumat dan relatif datar sepanjang minggu, dengan investor mencerna beberapa rilis data penting. Aktivitas perdagangan cenderung sepi menjelang libur Hari Buruh di AS.
Data ekonomi utama yang menjadi sorotan termasuk laporan penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) bulan Agustus yang menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan, melampaui ekspektasi. Tingkat pengangguran sedikit naik menjadi 4,14%, sementara pertumbuhan upah melambat menjadi 2,8% secara tahunan. Di sisi lain, Indeks Manufaktur ISM turun satu poin menjadi 54,6.
Implikasi untuk Kebijakan The Fed
Pertemuan Federal Reserve berikutnya dijadwalkan pada 15-16 September, hanya dalam beberapa sesi perdagangan lagi. Data ekonomi terbaru ini akan menjadi pertimbangan krusial bagi para pembuat kebijakan.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyatakan pada minggu ini bahwa data terkini menunjukkan tanda-tanda disinflasi akhirnya muncul. Ia mengindikasikan bahwa jika tren ini berlanjut dalam data yang dirilis selama dua minggu ke depan, ia akan mendukung untuk mempertahankan suku bunga acuan federal pada level saat ini.