Story
Harga Emas Sedikit Melemah; Pelemahan Dolar Imbangi Kekhawatiran Suku Bunga The Fed

Summary
Harga emas bergerak stabil karena dukungan dari dolar AS yang lebih lemah diimbangi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, dengan investor menantikan data inflasi AS sebagai petunjuk kebijakan selanjutnya.
Harga emas diperdagangkan relatif datar pada hari Selasa, menghapus kenaikan sebelumnya karena dukungan dari dolar AS yang melemah diimbangi oleh kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS.
Para pelaku pasar kini mengalihkan fokus mereka ke data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mendapatkan kejelasan mengenai langkah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Pelemahan Dolar Memberi Penopang
Logam mulia ini mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS, yang tertekan oleh penguatan signifikan yen Jepang. Yen menguat di tengah meningkatnya spekulasi bahwa Bank of Japan mungkin akan segera menaikkan suku bunganya.
Dolar yang lebih lemah cenderung menguntungkan emas karena membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar ini menjadi lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Hal ini memberikan sedikit ruang bagi emas meskipun prospek makroekonomi secara keseluruhan masih menantang.
Fokus pada Data Inflasi dan Kebijakan The Fed
Ujian besar berikutnya bagi pasar adalah rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS. Angka inflasi ini akan menjadi faktor krusial dalam menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga akan berlanjut.
AdMenurut laporan Investing.com, pasar saat ini memperkirakan probabilitas sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan mendatang, sebuah sentimen yang menguat setelah laporan data pekerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) yang solid pada minggu lalu.
Analis pasar senior di IG, Tony Sycamore, mencatat bahwa kombinasi data pekerjaan yang kuat dan kenaikan harga energi dapat mendorong imbal hasil Treasury AS lebih tinggi, yang pada gilirannya akan memberikan tekanan baru pada harga emas.
Faktor Pendukung dan Penghambat Lainnya
Di tengah tekanan dari prospek suku bunga, harga emas masih menemukan dukungan dasar dari permintaan fisik yang berkelanjutan dari bank sentral. Bank Rakyat China (PBoC) dilaporkan meningkatkan pembelian emasnya pada bulan Agustus, menandai laju akuisisi bulanan tercepat sepanjang tahun ini.
Namun, potensi kenaikan emas dibatasi oleh risiko inflasi yang berasal dari kenaikan harga minyak, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik. Harga minyak mentah Brent yang mendekati level $100 per barel dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan sikap kebijakan yang ketat (*hawkish*).