Story
Imbal Hasil Global Stabil di Tengah Meredanya Ancaman Sanksi dan Rencana Pendanaan AS

Imbal hasil obligasi pemerintah global stabil dalam perdagangan hari Selasa, karena mundurnya harga minyak mentah dan berita tentang potensi penyesuaian pendanaan di Washington membantu mendinginkan biaya pinjaman setelah volatilitas yang intens selama beberapa minggu terakhir.
Faktor Pendorong Stabilitas Pasar
Ketenangan di pasar utang terutama didorong oleh dua faktor dari Washington. Pertama, sanksi ekonomi yang digembar-gemborkan oleh pemerintah AS terhadap Teheran ternyata tidak segresif yang dikhawatirkan pasar. Pengumuman tersebut sebagian besar hanya menegaskan kembali kebijakan sanksi yang sudah ada, alih-alih memberlakukan blokade baru yang tak terduga.
Akibatnya, harga minyak mentah Brent berjangka turun ke level $91,50 per barel, meredakan kekhawatiran akan adanya guncangan inflasi baru yang didorong oleh energi. Kedua, sentimen di pasar pendapatan tetap mendapat dorongan dari laporan yang mengindikasikan Departemen Keuangan AS mungkin akan memanfaatkan saldo kas di Treasury General Account (TGA) untuk mendanai program pembelian kembali utangnya. Dengan menggunakan cadangan kas alih-alih menerbitkan surat utang jangka pendek tambahan, hal ini dapat secara signifikan mengurangi pasokan utang baru yang harus diserap pasar.
Kondisi di Eropa dan Data Ekonomi
Di Eropa, imbal hasil obligasi juga menunjukkan stabilitas. Imbal hasil Schatz Jerman bertenor dua tahun yang sensitif terhadap kebijakan moneter turun menjadi 2,852%, sementara imbal hasil Bund 10 tahun yang menjadi acuan naik tipis menjadi 3,249%. Imbal hasil OAT 10 tahun Prancis datar di 4,117%, dan BTP 10 tahun Italia stabil di 4,080%.
AdPasar juga mencerna data ekonomi yang solid dari Jerman, di mana produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 1,0% secara tahunan pada kuartal kedua, melampaui perkiraan konsensus sebesar 0,9%. Namun, data pertumbuhan yang kuat ini tidak memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang agresif dari Bank Sentral Eropa (ECB). Pasar uang saat ini masih memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada bulan September.
Fokus Investor ke Depan
Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke beberapa peristiwa penting. Laporan pendapatan kuartal kedua dari Nvidia Corp. pada hari Rabu akan diawasi dengan ketat, mengingat perusahaan teknologi AI telah menjadi penerbit obligasi korporasi dalam jumlah besar untuk mendanai ekspansi pusat data mereka.
Selain itu, para pedagang obligasi global juga menantikan pidato utama Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat. Pasar akan mencari kejelasan mengenai apakah bank sentral akan menoleransi biaya pinjaman jangka panjang yang tinggi atau mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan kebijakan moneter menjelang musim gugur.