Story
GE Aerospace Akuisisi CPP Senilai $12 Miliar untuk Amankan Pasokan Komponen Mesin Jet

GE Aerospace telah mengumumkan akuisisi Consolidated Precision Products (CPP) senilai $12 miliar, sebuah langkah signifikan untuk mengamankan pasokan komponen mesin jet presisi dan teknologi berharga. Akuisisi ini merupakan yang terbesar bagi GE Aerospace di bawah kepemimpinan CEO Larry Culp dan menyoroti pergeseran fokus industri dari perolehan pesanan baru ke strategi produksi.
Mengamankan Rantai Pasok Krusial
CPP merupakan produsen komponen logam cor terbesar ketiga di dunia, yang esensial untuk pembuatan bilah turbin mesin jet. Menurut laporan Reuters, CEO Larry Culp menyebut kapasitas produksi ini sebagai "misi-kritis" (*mission-critical*). Akuisisi ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan komponen yang telah lama menjadi tantangan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya GE selama bertahun-tahun untuk memperkuat rantai pasok dirgantara. Menurut Jefferies, CPP saat ini telah memasok seperempat dari kebutuhan komponen cor GE. Sumber industri menyebutkan bahwa GE telah lama mengincar perusahaan yang berbasis di Ohio tersebut sebagai jaminan terhadap potensi gangguan dari pemasok yang lebih besar seperti Howmet atau Precision Castparts Corp.
Titik Kritis Produksi Industri Dirgantara
Komponen hasil pengecoran (*castings*) dan penempaan (*forgings*) telah menjadi salah satu hambatan produksi (*chokepoint*) paling sulit diatasi di industri dirgantara sejak pandemi COVID-19. Proses pembuatannya, yang sering disebut sebagai "seni hitam manufaktur," sangat kompleks dan membutuhkan keahlian khusus yang sulit ditiru, sehingga membuat harganya tetap tinggi.
Ad- Proses Kompleks: Pembuatan bilah turbin melibatkan teknik kuno dengan replika lilin dan teknologi canggih untuk menahan suhu ekstrem.
- Tingkat Kegagalan Tinggi: "Anda mungkin harus membuang separuh atau lebih dari apa yang Anda buat," kata Kevin Michaels, Managing Director AeroDynamic Advisory.
- Langkah Kompetitor: Pesaing GE juga mengambil tindakan serupa. Pratt & Whitney membangun fasilitas pengecoran internal, sementara Rolls-Royce memperluas pabriknya di Inggris.
Industri dirgantara saat ini menghadapi tantangan besar untuk memenuhi tumpukan pesanan yang membentang hingga tujuh hingga sepuluh tahun ke depan, menjadikan efisiensi produksi sebagai prioritas utama.
Implikasi Strategis dan Potensi Risiko
Di luar mengatasi hambatan, GE berencana menerapkan sistem produksi LEAN untuk meningkatkan efisiensi di CPP. Analis melihat langkah ini tidak hanya sebagai solusi finansial, tetapi juga sebagai cara untuk "memiliki bagian dari rantai pasok yang sangat penting bagi masa depan kinerja mesin," menurut Jerrold Lundquist dari The Lundquist Group.
Namun, kesepakatan ini tidak bebas risiko. Akuisisi ini diperkirakan akan menghadapi pengawasan antimonopoli yang ketat. "Saya perkirakan GE akan diminta untuk mendivestasi fasilitas tertentu, membuat proses integrasi menjadi cukup kompleks," kata Matteo Peraldo, mitra di AlixPartners. Selain itu, ada risiko mengasingkan pesaing yang juga merupakan pelanggan CPP atau merusak hubungan dengan pemasok besar lainnya.