Story

Pasar Saham AS Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed Pekan Ini

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20262 min read
Pasar Saham AS Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed Pekan Ini

Summary

Indeks utama Wall Street bersiap menghadapi pertemuan kebijakan Federal Reserve, dengan pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga yang akan menguji reli ekuitas. Ekspektasi ini menguat setelah rilis data inflasi dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Text size
Background

Pasar saham Amerika Serikat memasuki pekan krusial dengan fokus utama tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan secara luas akan menaikkan suku bunga. Langkah ini berpotensi menjadi ujian berat bagi reli pasar ekuitas yang belakangan ini sudah tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi.

Kinerja Pasar Sepekan Terakhir

Meskipun berhasil pulih pada hari Jumat dan memutus tren pelemahan selama empat hari berturut-turut, tiga indeks utama Wall Street mengakhiri pekan lalu di zona merah. Ini menandai pekan merugi pertama bagi Nasdaq dalam tiga pekan terakhir.

Untuk sepekan, kinerja indeks tercatat sebagai berikut:

  • Dow Jones Industrial Average turun 1,6%
  • S&P 500 melemah 0,8%
  • Nasdaq Composite terkoreksi 0,7%

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS telah menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar saham. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun sempat menyentuh 4,99% pada hari Jumat, level tertinggi dalam hampir tiga tahun, sebelum ditutup sedikit lebih rendah di 4,97%.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Menguat

Sample IUX Markets – In-articleAd

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed semakin solid setelah rilis data yang menunjukkan harga konsumen inti (Core CPI) naik 0,3% pada bulan Agustus, lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi yang masih berjalan di atas target The Fed sebesar 2% tetap menjadi perhatian utama bank sentral.

Berdasarkan data LSEG, kontrak berjangka dana Fed (Fed funds futures) pada Jumat malam menunjukkan probabilitas lebih dari 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase dari kisaran saat ini 3,5%-3,75%. Jika kenaikan ini terjadi, investor akan mencermati sinyal dari The Fed mengenai apakah ini merupakan langkah tunggal atau awal dari siklus pengetatan yang lebih luas.

Pandangan Analis

Para analis pasar memiliki pandangan yang beragam mengenai dampak kebijakan The Fed terhadap ekuitas. Ekonom di JPMorgan menyatakan dalam sebuah catatan bahwa "siklus kenaikan yang dangkal... seharusnya dapat dikelola oleh ekuitas." Namun, mereka memperingatkan bahwa jika inflasi kembali berakselerasi dan pasar mulai memperhitungkan 4-5 kali kenaikan, ekuitas kemungkinan akan menghadapi tekanan jual yang signifikan.

Sementara itu, Deutsche Bank menyatakan telah merevisi prospek mereka dan kini memperkirakan The Fed akan melakukan total tiga kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, yaitu pada bulan September, Desember, dan Maret mendatang. Di sisi lain, Bank of America menyoroti bahwa pasar memasuki periode musiman yang secara historis lemah dan "terlambat untuk mengalami pullback," mengingat pasar baru mengalami satu kali koreksi sebesar 5% tahun ini dibandingkan rata-rata tiga kali per tahun.

Back to latest news

LATEST