Story

Yield Obligasi Zona Euro Bertahan di Level Tertinggi, Pasar Cermati Rapat Bank Sentral dan Kenaikan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 14, 20262 min read
Yield Obligasi Zona Euro Bertahan di Level Tertinggi, Pasar Cermati Rapat Bank Sentral dan Kenaikan Minyak

Summary

Imbal hasil obligasi pemerintah Zona Euro stabil di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir di tengah lonjakan harga minyak dan antisipasi serangkaian keputusan suku bunga dari bank-bank sentral utama dunia pekan ini.

Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah Zona Euro bergerak datar di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada hari Senin, saat pasar obligasi global mengambil jeda setelah aksi jual tajam selama beberapa minggu. Investor kini menantikan serangkaian keputusan kebijakan moneter bank sentral utama, sementara krisis energi di Timur Tengah kembali memanas.

Yield Tertahan di Level Multi-Tahun

Pasar obligasi menunjukkan stabilitas setelah tekanan jual yang signifikan. Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman, yang menjadi acuan kawasan, bertahan di 3,511%, level tertinggi sejak 2011, setelah mencatatkan kenaikan mingguan selama lima minggu berturut-turut.

Demikian pula, imbal hasil obligasi 2-tahun Jerman yang sensitif terhadap kebijakan moneter juga tidak banyak berubah di level 3,197%, mendekati level tertingginya sejak Oktober 2023. Pasar masih mencerna dampak kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu dan bersiap untuk pengetatan lebih lanjut dari bank sentral lainnya.

Fokus Beralih ke Keputusan Bank Sentral Global

Pekan ini, perhatian pasar akan sepenuhnya tertuju pada rapat kebijakan moneter dari beberapa bank sentral paling berpengaruh di dunia, termasuk Federal Reserve AS, Bank of Japan (BoJ), dan Bank of England (BoE).

  • Federal Reserve (The Fed): Pasar saat ini memperkirakan probabilitas sebesar 86% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin dalam pertemuannya pada 15-16 September. Ekspektasi ini menguat setelah data inflasi konsumen AS mendorong imbal hasil obligasi 10-tahun AS melampaui 5% pada hari Jumat lalu.
  • Bank of Japan (BoJ): Pasar secara luas mengantisipasi BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah-langkah ini menunjukkan upaya bersama dari bank-bank sentral global untuk mengatasi tekanan inflasi yang didorong oleh kenaikan harga energi.

Lonjakan Harga Minyak Perburuk Sentimen

Sentimen pasar semakin tertekan oleh lonjakan baru di pasar energi. Harga minyak mentah Brent kembali melonjak sekitar 3% dan diperdagangkan di dekat $112 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh:

  • Serangan militer baru terhadap infrastruktur Arab Saudi, termasuk pipa minyak utama.
  • Ancaman berkelanjutan dari kelompok Houthi di Yaman terhadap jalur pelayaran Laut Merah.
  • Penundaan mendadak pembicaraan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk Arab mengenai keterbukaan Selat Hormuz.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10-tahun Italia berada di sekitar 4,38%, dengan selisih risiko (risk premium) terhadap obligasi Jerman yang tetap stabil. Imbal hasil obligasi 10-tahun Prancis juga bertahan di sekitar 4,45%, karena pasar terus memperhitungkan ekspektasi defisit fiskal struktural Paris yang melebar.

Back to latest news

LATEST