Story

Imbal Hasil Obligasi Euro Turun Seiring Anjloknya Harga Minyak, Abaikan Sinyal Hawkish ECB

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 26, 20262 min read
Imbal Hasil Obligasi Euro Turun Seiring Anjloknya Harga Minyak, Abaikan Sinyal Hawkish ECB
Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro bergerak lebih rendah pada hari Rabu, mengikuti penurunan tajam harga minyak mentah global yang meredakan ekspektasi inflasi. Perkembangan ini membayangi sinyal kebijakan moneter ketat yang datang dari para pejabat European Central Bank (ECB).

Penurunan Harga Minyak Meredakan Tekanan Inflasi

Penurunan imbal hasil obligasi dipicu oleh merosotnya harga komoditas, dengan patokan global minyak mentah Brent anjlok lebih dari 2,5% hingga diperdagangkan mendekati $86 per barel. Pelemahan ini terjadi setelah laporan media mengindikasikan bahwa Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan gencatan senjata sementara yang akan menjamin kelancaran transit melalui Selat Hormuz.

Prospek pulihnya jalur transportasi maritim tersebut membantu mengurangi premi inflasi dorongan biaya (cost-push inflation) yang sebelumnya telah diperhitungkan dalam kurva suku bunga Eropa. Akibatnya, imbal hasil obligasi acuan Jerman bertenor 10 tahun (Bund) turun menjadi 3,195%, kembali ke bawah ambang batas psikologis 3,20%, sementara imbal hasil obligasi 2 tahun (Schatz) turun menjadi 2,781%.

Komentar Hawkish ECB Batasi Penurunan Imbal Hasil

Namun, penguatan pasar obligasi (yang berarti penurunan imbal hasil) tertahan oleh panduan hawkish dari pimpinan ECB. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News yang dirilis pada hari Rabu, Anggota Dewan Eksekutif ECB Isabel Schnabel memperingatkan bahwa biaya pinjaman perlu dinaikkan lebih lanjut untuk memastikan stabilitas harga.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Schnabel secara eksplisit menyatakan bahwa "pada tingkat kebijakan saat ini, inflasi kemungkinan tidak akan kembali ke target dalam jangka menengah, dan oleh karena itu pengetatan lebih lanjut akan diperlukan." Pernyataannya memperkuat ekspektasi pasar uang untuk potensi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin pada bulan September, sehingga mencegah penurunan imbal hasil yang lebih dalam.

Fokus Investor Beralih ke Simposium Jackson Hole

Dengan stabilnya kurva suku bunga zona euro di bawah puncak terakhir, para pelaku pasar obligasi kini mengalihkan fokus mereka ke agenda kebijakan moneter internasional. Investor sedang memposisikan diri menjelang pidato utama Ketua Federal Reserve AS, Kevin Warsh, di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole pada hari Jumat.

Para pelaku pasar global akan mencermati komentarnya untuk melihat apakah bank sentral AS berniat mempertahankan tingkat kebijakan yang tinggi. Sikap tersebut berpotensi menular ke pasar suku bunga Eropa dan menentukan arah *spread* obligasi pemerintah menjelang musim gugur.

Back to latest news

LATEST