Story
Harga Gas Eropa Sentuh Level Tertinggi Sejak Maret Akibat Gangguan di Selat Hormuz

Summary
Harga gas alam Eropa melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan, dipicu oleh gangguan pengiriman LNG yang parah di Selat Hormuz dan kekhawatiran atas menipisnya cadangan menjelang musim dingin.
Harga gas alam Eropa melonjak pada hari Jumat, mencapai level tertinggi sejak puncak konflik pada bulan Maret, karena gangguan pengiriman yang parah melalui Selat Hormuz dan meningkatnya ketegangan geopolitik memicu kekhawatiran terhadap pasokan untuk musim dingin.
Kenaikan Harga Dipicu Krisis Hormuz
Kontrak acuan berjangka gas Belanda untuk bulan depan, yang menjadi patokan harga di Eropa, naik ke level tertinggi sejak 19 Maret 2026. Kontrak gas grosir Inggris juga mencapai puncak lima bulan. Kedua kontrak acuan tersebut membukukan kenaikan mingguan lebih dari 7%, menandai minggu kedua kenaikan berturut-turut.
Pemicu utama kenaikan ini adalah terhambatnya lalu lintas kapal tanker komersial di Selat Hormuz, jalur maritim vital yang menyalurkan sekitar 20% dari gas alam cair (LNG) global. Data dari firma pelacakan mengonfirmasi bahwa transit kapal komoditas harian tetap sangat rendah di level satu digit karena sebagian besar pemilik kapal menghindari rute tersebut di tengah postur perang yang meningkat.
Defisit Penyimpanan dan Tensi Geopolitik
Sentimen pasar semakin memburuk setelah muncul ancaman sanksi ekonomi yang keras terhadap Teheran, yang secara efektif memupus harapan untuk resolusi diplomatik cepat yang akan membuka kembali koridor ekspor LNG dari Qatar. Gangguan aliran LNG dari Qatar ini terjadi pada waktu yang kritis bagi kesiapan Eropa menghadapi musim dingin.
AdData dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan gas di benua itu terisi sekitar 60% dari kapasitasnya. Angka ini tertinggal sekitar 17 poin persentase dari rata-rata normal musiman lima tahun. Tingkat injeksi musiman terhambat oleh permintaan gas yang tinggi untuk pendingin udara selama musim panas dan tertundanya pengiriman spot.
Implikasi bagi Pasar
Struktur pasar saat ini berada dalam kondisi *backwardation* yang dalam, di mana harga untuk pengiriman segera diperdagangkan dengan premi yang signifikan dibandingkan kontrak untuk pengiriman di masa depan. Kondisi ini menghilangkan insentif finansial bagi perusahaan utilitas untuk membeli gas spot yang mahal untuk disimpan.
Akibatnya, para analis memperkirakan harga grosir akan terus mempertahankan premi risiko geopolitik yang kuat hingga aktivitas pengiriman komersial melalui Teluk Persia kembali normal. Investor akan terus memantau perkembangan di Timur Tengah sebagai faktor kunci yang mempengaruhi harga energi Eropa dalam beberapa minggu mendatang.