Story
Survei BofA: Investor Eropa Proyeksikan Imbal Hasil Ekuitas 6,3% di Tengah Optimisme Ekonomi

Summary
Investor di Eropa memperkirakan imbal hasil ekuitas sebesar 6,3% selama 12 bulan ke depan, menurut survei Bank of America. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi diimbangi oleh kekhawatiran risiko terkait valuasi kecerdasan buatan (AI).
Investor memperkirakan imbal hasil ekuitas Eropa akan mencapai 6,3% selama 12 bulan ke depan, seiring dengan meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi. Temuan ini merupakan bagian dari survei manajer dana Eropa terbaru yang dirilis oleh Bank of America (BofA).
Prospek Ekonomi dan Laba
Survei tersebut menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap ekonomi. Sejumlah 39% (neto) partisipan memprediksi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat selama tahun mendatang, sementara 25% (neto) melihat adanya percepatan ekonomi dalam jangka pendek.
Meski demikian, ekspektasi terhadap pertumbuhan laba per saham (EPS) 12 bulan ke depan sedikit menurun menjadi 6,3%. Selain itu, proporsi investor yang menyebut peningkatan laba sebagai pendorong utama kenaikan pasar juga turun menjadi 64%, mengindikasikan adanya pertimbangan faktor lain dalam valuasi pasar.
Pendorong Pertumbuhan dan Risiko Utama
Bagi investor Eropa, faktor positif utama bagi pertumbuhan global adalah penurunan harga energi dan meredanya inflasi, yang diidentifikasi oleh 54% responden. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas makroekonomi tetap menjadi fondasi penting bagi sentimen pasar.
AdDi sisi risiko, kekecewaan terhadap investasi kecerdasan buatan (AI) dipandang sebagai ancaman terbesar bagi ekspansi global oleh 43% partisipan. Selain itu, 29% menunjuk koreksi valuasi pada ekuitas AS atau sektor terkait AI sebagai katalis utama untuk penurunan pasar yang lebih luas.
Sentimen Kebijakan dan Posisi Sektor
Pandangan terhadap kebijakan moneter menunjukkan perubahan. Hanya 11% (neto) responden yang kini memandang kebijakan moneter sebagai restriktif, angka yang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sebaliknya, 14% (neto) melihat kebijakan fiskal sebagai stimulus, level tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Dalam hal alokasi aset, terjadi pergeseran signifikan:
- Saham Siklikal: Sejumlah 39% (neto) investor memperkirakan saham siklikal akan mengungguli saham defensif dalam jangka pendek, level tertinggi sejak Februari 2026.
- Overweight: Sektor Sumber Daya Dasar (Basic Resources) menjadi yang paling diminati dengan posisi *overweight* neto 29%, diikuti oleh Teknologi (25%) dan Industrials (7%).
- Underweight: Sektor Ritel berada pada posisi *underweight* neto 50%, level terendah sejak Juli 2014, sementara Produk & Jasa Konsumen anjlok ke *underweight* neto 43%, terendah sejak Juli 2007.