Story

Harga Gas Eropa Melonjak 2%, Ancaman Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 9, 20262 min read
Harga Gas Eropa Melonjak 2%, Ancaman Iran di Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

Summary

Harga gas grosir Eropa dan Inggris naik 2% pada hari Senin, mendekati level tertinggi sejak akhir 2023, di tengah meningkatnya ketegangan militer di Teluk Persia dan tingkat penyimpanan gas yang rendah.

Text size
Background

Harga gas grosir di Eropa dan Inggris melonjak sebesar 2% pada hari Senin, mendekati level tertinggi yang tercatat sejak akhir 2023. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan selama musim dingin akibat eskalasi konfrontasi militer di Teluk Persia dan tingkat cadangan gas yang terus berada di bawah normal.

Kontrak acuan gas Eropa, Dutch TTF untuk bulan depan, naik 2% menjadi €73,80 per megawatt-hour (MWh), tidak jauh dari level tertinggi multi-tahun di €74,32 yang disentuh minggu lalu. Di Inggris, kontrak gas grosir NBP juga naik 2% menjadi 182,50 pence per therm, mendekati level tertinggi tahun 2023 di 183,95 pence.

Eskalasi di Selat Hormuz Memicu Risiko Pasokan

Sentimen pasar menegang setelah Iran mengumumkan rencana untuk menetapkan zona terlarang di dekat Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Menurut laporan, ancaman ini muncul sebagai respons setelah militer AS menenggelamkan dan melumpuhkan tiga kapal tanker minyak Iran selama akhir pekan, menyusul serangan rudal balistik oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) terhadap dua kapal perang AS.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima dari total volume gas alam cair (LNG) global, yang sebagian besar berasal dari Qatar. Pembatasan transit atau konflik militer yang berkelanjutan di selat tersebut dapat secara serius mengancam arteri pasokan utama ke Eropa. Akibatnya, perusahaan utilitas Eropa kini harus bersaing ketat dengan pembeli dari Asia untuk mengamankan kargo LNG spot yang belum terkontrak dari cekungan Atlantik.

Cadangan Rendah Perparah Kerentanan Eropa

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kejutan geopolitik ini terjadi di saat infrastruktur energi Eropa berada dalam posisi rentan akibat tingkat cadangan gas bawah tanah yang sangat rendah menjelang akhir musim pengisian. Data dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan bahwa fasilitas penyimpanan gas di Eropa saat ini terisi sekitar 62%, atau 17 poin persentase di bawah rata-rata musiman lima tahun.

Laju pengisian cadangan selama Agustus terhambat oleh beberapa faktor, termasuk permintaan listrik bertenaga gas yang tinggi akibat gelombang panas di Eropa selatan, pemeliharaan rutin pada pipa lepas pantai Norwegia, dan penundaan pengiriman kargo LNG dari Qatar. Para pedagang memperingatkan bahwa jika gangguan pasokan LNG terus berlanjut, Eropa akan sangat rentan terhadap lonjakan harga dan bahkan penjatahan selama musim dingin.

Implikasi terhadap Inflasi dan Kebijakan Moneter

Harga gas yang terus tinggi, ditambah dengan harga minyak mentah Brent yang bertahan di atas $90 per barel, meningkatkan tekanan inflasi dari sisi biaya (cost-push inflation) bagi sektor industri dan ritel di Eropa. Kondisi ini mempersulit pengambilan keputusan kebijakan moneter oleh Bank Sentral Eropa (ECB), yang akan mengadakan pertemuan pada hari Kamis.

Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) utama zona euro pada bulan Agustus meningkat menjadi 3,3%, dengan komponen energi melonjak 14,3%. Pasar uang saat ini telah memperhitungkan kemungkinan besar ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan minggu ini.

Back to latest news

LATEST