Story
Deutsche Bank: Rapat The Fed Berisiko Picu Volatilitas di Pasar Saham

Ahli strategi Deutsche Bank memperingatkan bahwa pasar saham berisiko mengalami volatilitas menjelang rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan ini. Peringatan ini didasarkan pada analisis pola historis yang menunjukkan pelemahan pasar di sekitar pengumuman kebijakan, terutama selama periode kenaikan suku bunga yang agresif.
Pola Pelemahan Selama Siklus Pengetatan
Analisis Deutsche Bank terhadap siklus pengetatan moneter pada tahun 2022 menemukan sebuah pola yang jelas. Menurut tim yang dipimpin oleh Parag Thatte, ekuitas AS tercatat turun di hampir setiap pekan rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan-bulan awal siklus tersebut, ketika The Fed menaikkan suku bunga dengan cepat.
Perilaku pasar mulai berubah setelah The Fed memperlambat laju kenaikan suku bunganya. Volatilitas saham menurun dan ekuitas justru menguat selama pekan-pekan rapat FOMC di bagian akhir siklus kenaikan suku bunga.
Fokus pada Panduan dan Kecepatan
Para ahli strategi tersebut menekankan bahwa sumber utama gejolak pasar bukanlah kenaikan suku bunga itu sendiri. Sebaliknya, volatilitas lebih banyak dipicu oleh faktor lain.
Ad"Isu utama bagi ekuitas adalah volatilitas yang diciptakan oleh perubahan panduan The Fed yang sering dan kecepatan kenaikan suku bunga, bukan kenaikan itu sendiri maupun tingkat suku bunga yang lebih tinggi," tulis para ahli strategi dalam laporannya.
Ekspektasi untuk Pekan Ini
Keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan akan diumumkan pada hari Rabu. Saat ini, pelaku pasar swap memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 90%.
Deutsche Bank juga mengidentifikasi pola berulang di sekitar rapat FOMC sepanjang tahun ini, yang dapat menjadi acuan bagi investor:
- Saham biasanya naik tipis dalam dua hari menjelang pengumuman.
- Pada hari pengumuman, ekuitas cenderung turun dengan median 1,2%.
- Pasar kemudian biasanya pulih untuk menutup pekan dengan kenaikan rata-rata 0,9%.