Story

Persaingan Raksasa Pertahanan Memanas di Pasar Jet Tempur Otonom

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 22, 20262 min read
Persaingan Raksasa Pertahanan Memanas di Pasar Jet Tempur Otonom
Text size
Background

Perusahaan-perusahaan pertahanan terkemuka dunia bersaing ketat untuk mengembangkan dan mengirimkan jet tempur otonom nirawak, dengan Boeing memamerkan pesawat operasionalnya di Farnborough Airshow di tengah persaingan dari rival yang juga menampilkan desain mereka. Perlombaan ini menandai dimulainya perebutan pangsa pasar di segmen pertahanan baru yang diperkirakan akan bernilai miliaran dolar.

Persaingan di Panggung Global

Di Farnborough Airshow, Boeing menampilkan pesawat nirawak Ghost Bat yang sudah beroperasi, sebuah langkah yang menempatkannya selangkah di depan para pesaing. Sementara itu, perusahaan AS lainnya seperti General Atomics dan Anduril Industries memamerkan model skala penuh dari kelas pesawat tempur nirawak baru mereka yang dirancang untuk terbang mendampingi jet tempur berawak.

Boeing mengklaim modelnya adalah yang paling matang. "Kami memiliki pesawat tempur kolaboratif yang paling matang," kata Bernd Peters, wakil presiden pengembangan dan strategi Boeing, kepada Reuters. Perusahaan menyatakan telah mengerjakan program ini sejak 2017 dan telah melakukan lebih dari 100 uji terbang.

Kontrak Strategis dan Pengembangan Cepat

Kompetisi ini telah menarik minat dari berbagai perusahaan, termasuk Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan Airbus. Angkatan Udara AS (U.S. Air Force) telah mengambil langkah konkret dalam program Collaborative Combat Aircraft (CCA).

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Boeing: Saat ini sedang memproduksi tujuh pesawat tempur nirawak untuk Pasukan Pertahanan Australia berdasarkan kontrak tiga tahun senilai A$754 juta ($528 juta).
  • General Atomics & Anduril: Bulan lalu, Angkatan Udara AS memberikan kontrak produksi kepada kedua perusahaan ini untuk membangun armada awal *wingmen* semi-otonom dalam program CCA.
  • Lockheed Martin: Memenangkan kontrak untuk sisi perangkat lunak dan otonomi misi dari program CCA. Perusahaan menyatakan pesawat nirawak tempurnya sedang dalam tahap pembangunan dan akan terbang tahun depan.

Anduril menyoroti kecepatan pengembangannya, dengan menyatakan bahwa dalam dua tahun mereka telah melampaui apa yang dikerjakan perusahaan lain selama bertahun-tahun. Perusahaan tersebut dilaporkan dapat membangun hingga 150 drone tempur FURY per tahun di fasilitas barunya di Ohio.

Proyeksi Pasar dan Implikasi Biaya

Pasar untuk pesawat tempur otonom ini diperkirakan akan tumbuh secara signifikan. Richard Aboulafia, direktur pelaksana AeroDynamic Advisory, memproyeksikan pasar ini pada akhirnya dapat mencapai ratusan pesawat per tahun, meskipun adopsi secara luas mungkin baru akan terjadi pada pertengahan 2030-an.

Salah satu pendorong utama program ini adalah efisiensi biaya. Angkatan Udara AS mengharapkan pesawat dalam program CCA akan menelan biaya sepertiga atau kurang dari biaya jet tempur F-35, yang harganya bisa mencapai $80 juta atau lebih. Angkatan Udara berencana untuk mengakuisisi lebih dari 150 CCA yang mampu bertempur pada akhir dekade ini, dengan penyedia utama untuk fase pertama akan dipilih pada musim panas 2027.

Back to latest news

LATEST