Story

Citi: USD/JPY Bisa Sentuh 163 Jika Indeks Topix Capai 4.500

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20261 min read
Citi: USD/JPY Bisa Sentuh 163 Jika Indeks Topix Capai 4.500
Text size
Background

Analis di Citi memperkirakan nilai tukar USD/JPY dapat mencapai ¥163 per dolar jika indeks saham Topix Jepang reli hingga level 4.500. Proyeksi ini didasarkan pada hubungan historis antara kinerja ekuitas Jepang yang kuat dan pelemahan mata uang yen.

Proyeksi Terkait Reli Ekuitas

Menurut riset yang dirilis pada hari Kamis, perkiraan Citi saat ini untuk USD/JPY berdasarkan level indeks Topix berada di sekitar ¥160 per dolar. Bank investasi tersebut mencatat bahwa level tertinggi historis pada ekuitas Jepang telah memicu penyeimbangan kembali portofolio (*portfolio rebalancing*) dan transaksi lindung nilai (*hedge*) oleh investor, baik domestik maupun asing.

Aktivitas ini, menurut Citi, kemungkinan besar telah memperkuat tren depresiasi yen. Investor yang merealisasikan keuntungan dari saham Jepang cenderung mengonversi dana mereka ke mata uang lain, sehingga meningkatkan tekanan jual terhadap yen.

Korelasi Melemah dan Faktor Risiko

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meski demikian, para analis mengakui bahwa korelasi antara penguatan ekuitas dan pelemahan yen telah sedikit melonggar sejak tahun 2024. Hal ini sebagian disebabkan oleh menyempitnya kesenjangan kebijakan moneter dan adanya intervensi valuta asing oleh otoritas Jepang untuk membeli yen.

Nilai tukar USD/JPY saat ini dianggap telah memperhitungkan sebagian dari kekuatan pasar saham Jepang yang sedang berlangsung. Citi memperingatkan bahwa risiko pelemahan yen lebih lanjut dapat muncul dari perubahan pada selisih suku bunga atau kebijakan intervensi otoritas Jepang.

Konteks Pasar

Sebagai informasi, indeks Topix melacak seluruh perusahaan domestik yang terdaftar di Prime Market Bursa Efek Tokyo dan berfungsi sebagai tolok ukur luas untuk kinerja pasar saham Jepang. Mengingat adanya faktor-faktor yang berpotensi mengubah dinamika pasar, Citi merekomendasikan agar investor tetap berhati-hati terhadap pasangan mata uang ini.

Back to latest news

LATEST