Story
Cigna Proyeksikan Penghematan Biaya Medis Pelanggan $200 Juta Melalui Teknologi AI

Perusahaan asuransi kesehatan Cigna pada hari Kamis mengumumkan bahwa penerapan alat kecerdasan buatan (AI) diproyeksikan akan menghemat biaya medis pelanggan sebesar $200 juta selama tiga tahun ke depan. Teknologi ini dirancang untuk mengidentifikasi pasien dengan kondisi kronis atau kompleks secara lebih dini.
Mekanisme Penghematan Biaya
Menurut Bryan Holgerson, seorang presiden di Cigna Healthcare, teknologi AI ini bertujuan untuk mengurangi kejadian medis yang lebih mahal, seperti rawat inap dan layanan darurat, yang biayanya terus meningkat. Dengan memanfaatkan AI, Cigna berencana untuk menghubungkan lebih banyak anggota dalam bisnis asuransi kesehatannya dengan tenaga klinis yang dipekerjakan perusahaan, seperti perawat.
Cigna menyatakan bahwa program ini akan memungkinkan 1.250 tenaga klinisnya untuk mengelola kebutuhan perawatan kesehatan pasien secara lebih baik dan menawarkan dukungan yang disesuaikan lebih awal. Intervensi proaktif ini diharapkan dapat mencegah komplikasi yang lebih parah dan mahal di kemudian hari.
Peningkatan Akses dan Deteksi Dini
AdDalam siaran persnya, Cigna merinci bahwa perubahan ini akan meningkatkan akses klinis sebesar 20% bagi para penderita kondisi seperti kanker, penyakit jantung, atau penyakit ginjal. Perusahaan juga menargetkan agar teknologi barunya dapat membantu mengidentifikasi kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru pada stadium yang lebih awal.
Seorang juru bicara Cigna menambahkan bahwa data internal perusahaan memperkirakan pelanggan yang menggunakan program klinis yang sudah ada saat ini dapat menghemat sekitar $2.000 per tahun dalam biaya medis. Hal ini menunjukkan potensi penghematan yang signifikan dari perluasan program berbasis teknologi.
Konteks Industri Asuransi
Langkah Cigna ini sejalan dengan tren yang lebih luas di industri layanan kesehatan, di mana para pesaing juga mengadopsi AI. Pekan lalu, UnitedHealth melaporkan bahwa alat AI yang diperkenalkannya tahun ini telah mengurangi beban administratif bagi tenaga klinisnya. Sementara itu, CVS Health mengumumkan rencana untuk meluncurkan asisten AI yang dapat memesan janji temu dengan penyedia layanan kesehatan atas nama anggotanya.