Story

Eksekutif BYD, CATL, dan Xiaomi Dilaporkan Akan Dampingi Kunjungan Xi Jinping ke AS

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
Eksekutif BYD, CATL, dan Xiaomi Dilaporkan Akan Dampingi Kunjungan Xi Jinping ke AS

Summary

Sejumlah eksekutif dari perusahaan teknologi dan kendaraan listrik terkemuka Tiongkok dilaporkan sedang dipertimbangkan untuk bergabung dalam delegasi bisnis yang akan mendampingi kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington, menurut sumber.

Text size
Background

Washington dan Beijing dilaporkan sedang dalam tahap finalisasi daftar para pemimpin bisnis Tiongkok yang akan bergabung dalam kunjungan Presiden Xi Jinping ke Washington. Menurut tiga sumber yang mengetahui masalah ini, delegasi tersebut berpotensi mencakup eksekutif dari perusahaan yang menghadapi pengawasan regulasi ketat di AS saat mereka mencari akses pasar yang lebih besar.

Langkah ini terbilang tidak biasa mengingat ketegangan hubungan AS-Tiongkok, kewaspadaan Washington terhadap investasi Tiongkok, dan pengawasan ketat Beijing terhadap perusahaan swasta. Undangan final diperkirakan akan dikirimkan dalam beberapa hari mendatang, sementara daftar delegasi masih belum final.

Raksasa Teknologi dan Otomotif dalam Pertimbangan

Menurut beberapa sumber yang dikutip oleh Reuters, sejumlah perusahaan ternama sedang dipertimbangkan untuk masuk dalam delegasi tersebut. Kehadiran mereka akan menjadi sinyal penting di tengah persaingan ekonomi dan teknologi antara kedua negara.

Perusahaan yang masuk dalam daftar pertimbangan antara lain:

  • BYD, produsen kendaraan listrik (EV) terkemuka.
  • Xiaomi, raksasa ponsel pintar yang juga telah berekspansi ke sektor EV.
  • CATL dan Gotion, dua produsen baterai terbesar.
  • Hisense, produsen elektronik konsumen.
  • Wanxiang Group, pemasok komponen otomotif.
  • Bank of China, bank milik negara.

Menurut sumber, perusahaan-perusahaan Tiongkok telah diminta untuk bersiap sambil menunggu konfirmasi akhir setelah pertemuan antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng akhir pekan ini. BYD menolak berkomentar, sementara perusahaan lain yang disebutkan tidak menanggapi permintaan komentar.

Sorotan pada Perusahaan yang Menghadapi Tekanan AS

Sample IUX Markets – In-articleAd

Banyak dari perusahaan yang dipertimbangkan dalam delegasi ini menghadapi tantangan signifikan di pasar AS, mulai dari sanksi, daftar hitam, hingga tekanan regulasi lainnya. Kehadiran mereka dalam kunjungan tingkat tinggi ini dapat diartikan sebagai upaya Beijing untuk menyoroti isu-isu tersebut.

Misalnya, CATL dan BYD masing-masing ditambahkan ke daftar perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan militer Tiongkok oleh Pentagon pada Januari 2025 dan Juni 2026. Selain itu, Washington memberlakukan tarif 100% untuk EV buatan Tiongkok dan akan melarang penjualan mobil penumpang terkoneksi baru dari produsen yang terkait dengan Tiongkok mulai model tahun 2027.

Kemitraan Ford yang melisensikan teknologi CATL untuk pabrik baterainya di Michigan juga menuai kritik dari anggota parlemen AS. Sementara itu, Gotion sedang terlibat dalam gugatan hukum terhadap sebuah kota di Michigan yang diduga menghalangi rencana pembangunan pabrik senilai $2,36 miliar.

Upaya Resiprositas dan Ekspektasi Kunjungan

Langkah Tiongkok ini dilihat sebagai upaya resiprositas atau tindakan balasan setimpal atas kunjungan mantan Presiden Trump ke Beijing pada Mei lalu, yang membawa serta para CEO dari perusahaan AS yang menghadapi tekanan di Tiongkok seperti Micron dan Qualcomm. Ukuran delegasi bisnis Tiongkok diperkirakan akan serupa dengan rombongan Trump.

Menurut sumber, para eksekutif Tiongkok diperkirakan akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih tetapi tidak dijadwalkan untuk bertemu dengan lembaga think tank atau kelompok bisnis. Usulan Beijing untuk mengadakan meja bundar CEO AS-Tiongkok dilaporkan telah ditolak oleh Gedung Putih. Secara keseluruhan, ekspektasi terhadap hasil pertemuan puncak ini tetap rendah, dengan Washington menargetkan kesepakatan terkait Dewan Perdagangan (Board of Trade) dan perpanjangan gencatan senjata perdagangan.

Back to latest news

LATEST