Story

UBS Memprediksi Sterling Menguat Terhadap Euro Karena Sikap Bank Sentral Inggris yang Cenderung Mengetatkan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20262 min read
UBS Memprediksi Sterling Menguat Terhadap Euro Karena Sikap Bank Sentral Inggris yang Cenderung Mengetatkan

Summary

Analis di UBS memproyeksikan pasangan mata uang EUR/GBP akan secara bertahap menurun menuju 0,84, dengan alasan sinyal kebijakan hawkish dari Bank of England dan keunggulan suku bunga Inggris yang signifikan dibandingkan dengan Zona Euro.

Text size
Background

Euro diperkirakan akan melemah terhadap poundsterling Inggris dalam beberapa kuartal mendatang, dengan analis di UBS memperkirakan nilai tukar EUR/GBP akan turun mendekati 0,84. Proyeksi ini didasarkan pada pandangan hawkish dari Bank of England dan perbedaan suku bunga yang menguntungkan yang mendukung sterling.

Pandangan Bank Sentral yang Berbeda

Menurut UBS, pertemuan kebijakan Bank of England (BoE) baru-baru ini telah menetapkan nada hawkish untuk pasar. Meskipun BoE mempertahankan Suku Bunga Bank tidak berubah pada 3,75% pada bulan September, hasil voting 6-3, dengan tiga anggota mendukung kenaikan segera, menandakan kecenderungan kuat untuk memperketat kebijakan lebih lanjut. Bank tersebut sekarang memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga pada pertemuan November dan Februari.

Sebaliknya, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga fasilitas deposito menjadi 2,5% pada bulan September, UBS percaya bahwa ekspektasi pasar untuk tiga hingga empat kenaikan lagi telah menjadi "terlalu hawkish." Analis di bank tersebut memperkirakan ECB kemungkinan akan bergerak sejalan dengan Federal Reserve, yang dapat membatasi dukungan independen lebih lanjut untuk euro.

Faktor Pendorong Utama untuk Sterling

Alasan untuk penguatan pound didukung oleh beberapa faktor di luar ekspektasi kebijakan moneter, menurut laporan UBS. Hal ini menciptakan lingkungan yang menarik bagi investor yang memegang sterling.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Perbedaan Suku Bunga: Inggris saat ini menawarkan imbal hasil tambahan sekitar 1,5 poin persentase dibandingkan dengan euro, menciptakan apa yang disebut UBS sebagai "keunggulan carry yang signifikan" bagi investor GBP.
  • Data Ekonomi: Data ekonomi terbaru dari Inggris lebih kuat dari yang diperkirakan analis.
  • Posisi Pasar: Posisi sterling di kalangan investor tetap relatif hati-hati, yang memberikan ruang untuk kenaikan lebih lanjut yang didorong oleh "penutupan posisi short" karena para trader menutup taruhan bearish.

Prakiraan dan Risiko Potensial

UBS telah menetapkan target harga untuk EUR/GBP di 0,84 pada Desember 2026, diikuti oleh sedikit rebound ke 0,85 hingga tahun 2027. Analis memperkirakan pasangan mata uang ini akan diperdagangkan dalam kisaran antara level support utama berikutnya di 0,8350 dan level resistance baru di 0,8620.

Namun, analis mencatat bahwa pelonggaran fiskal Jerman memberikan dukungan bagi perekonomian Zona Euro, yang seharusnya mencegah penurunan yang lebih parah pada pasangan mata uang ini. Risiko utama yang dapat mendorong EUR/GBP lebih tinggi termasuk pertumbuhan Zona Euro yang lebih kuat dari perkiraan atau kekhawatiran baru tentang kebijakan fiskal Inggris, dengan politik domestik tetap menjadi "faktor tak terduga" yang penting.

Back to latest news

LATEST