Story
Boeing Ungguli Airbus dengan 173 Pesanan di Farnborough Airshow

Boeing (NYSE: BA) mengamankan 173 pesanan pesawat dalam ajang Farnborough Airshow, melampaui rival utamanya, Airbus (EADSY), yang membukukan 154 pesanan jet. Total gabungan pesanan yang lebih rendah dari perkiraan ini menyoroti tantangan industri yang sedang berlangsung, di mana produsen pesawat berfokus untuk mengatasi kendala rantai pasokan dan tumpukan pesanan yang telah mencapai rekor.
Rincian Pesanan dan Ekspektasi Pasar
Total pesanan gabungan sebanyak 327 pesawat dari kedua produsen berada di bawah beberapa perkiraan eksternal yang memprediksi penjualan hingga 800 unit. Namun, angka tersebut sedikit di atas ekspektasi internal industri yang memperkirakan lebih dari 300 pesanan.
Pesanan komersial terbesar datang dari SMBC Aviation Capital, perusahaan penyewa (lessor) terbesar kedua di dunia. Perusahaan tersebut membagi pesanan 200 jet lorong tunggal secara merata antara kedua produsen, dengan rincian:
- 100 unit Boeing 737 MAX
- 100 unit keluarga Airbus A320neo
Setelah mengeluarkan kesepakatan yang sudah tercatat dalam buku pesanan produsen tanpa nama pembeli, total pesanan bersih di pameran tersebut mencapai 218 pesawat.
Konteks Industri Saat Ini
AdJumlah pesanan tahun ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan acara Farnborough sebelumnya pada tahun 2024, tetapi masih jauh di bawah rekor puncak tahun 2018 yang mencapai 1.109 pesanan untuk kedua raksasa aviasi tersebut. Angka yang lebih moderat ini mencerminkan kondisi pasar saat ini, di mana baik Airbus maupun Boeing menghadapi buku pesanan yang penuh hingga dekade berikutnya.
Bagi investor, hal ini menandakan bahwa fokus utama produsen bukanlah mengamankan pesanan baru sebanyak-banyaknya, melainkan meningkatkan laju produksi untuk mengirimkan pesawat yang sudah dipesan. Tumpukan pesanan yang besar ini disebabkan oleh gangguan rantai pasokan selama bertahun-tahun, kekurangan tenaga kerja, dan kemunduran produksi.
Pesanan Penting Lainnya
Selain pesanan dari SMBC, pameran dirgantara ini juga mencatatkan permintaan untuk pesawat berbadan lebar (widebody) dari Riyadh Air dan Philippine Airlines yang memesan dari kedua produsen. Perusahaan penyewa AerCap juga menambah pesanan untuk pesawat Boeing 787.
Di segmen pesawat regional, produsen asal Brasil, Embraer (NYSE: ERJ), melaporkan telah menerima pesanan untuk 50 pesawat, termasuk 20 unit pesawat kargo.